Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Pemerintah Jepang diperkirakan menggelontorkan sekitar $34,5 miliar atau setara ¥5,4 triliun untuk intervensi pasar mata uang pada Kamis (30/4/2026), berdasarkan analisis Bloomberg terhadap data Bank of Japan yang dirilis Jumat. Langkah ini menjadi intervensi pertama otoritas Jepang sejak Juli 2024 dan menjadi tindakan perdana di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi serta Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang baru menjabat.

Pemicu intervensi adalah merosotnya nilai tukar Yen ke level 160,72 per dolar AS pada Kamis, level terlemah sejak pertengahan 2024. Setelah intervensi, Yen menguat sekitar 2% dan kembali ke kisaran 156,80 per dolar pada perdagangan Jumat di New York. Skala intervensi ¥5,4 triliun ini lebih besar dibandingkan rata-rata ¥3,8 triliun yang dihabiskan otoritas Jepang dalam empat kali intervensi sepanjang 2024. Pejabat senior keuangan Jepang Atsushi Mimura menolak mengonfirmasi aktivitas pasar tersebut, sementara data resmi dari Kementerian Keuangan Jepang baru akan tersedia akhir bulan ini.

Pelemahan Yen muncul dari kombinasi beberapa faktor struktural. Pertama, perang Iran yang sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026 menggerek harga minyak global ke level tinggi, menambah beban biaya impor energi bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kedua, Bank of Japan baru saja menahan suku bunga acuan sambil menaikkan proyeksi inflasi 2026 ke 2,8% dari 1,9%, sekaligus memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi separuhnya di angka 0,5%. Ketiga, keunggulan suku bunga AS atas Jepang membuat dolar tetap kuat terhadap Yen.

Pasar masih waspada terhadap kemungkinan pelemahan lanjutan Yen meskipun intervensi telah dilakukan. Strategi Citigroup merekomendasikan klien untuk mengambil profit dari posisi long Yen versus dolar yang dibuka pada April, mengingat harga minyak yang masih tinggi berpotensi terus menekan Yen. Neil Jones dari TJM Europe menyebut jumlah intervensi yang sudah dilakukan masih jauh dari cukup untuk membalik tren, dan menambahkan bahwa diperlukan tambahan sekitar $100 miliar untuk benar-benar mengubah arah dolar-yen. Aktivitas perdagangan Yen di CME Group juga melonjak ke rekor 632.000 kontrak senilai $50,8 miliar pada Kamis.

Bagi investor dan pelaku pasar Indonesia, intervensi besar-besaran Jepang ini mengirim sinyal penting tentang kondisi pasar mata uang global yang sedang tertekan. Volatilitas tinggi di pasar Yen historisnya memicu unwinding posisi carry trade global, yang berdampak ke aset berisiko termasuk crypto, saham emerging market, dan obligasi negara berkembang. Bagi Rupiah yang sedang berada di bawah tekanan dolar AS dan harga minyak tinggi, dinamika ini menambah lapisan ketidakpastian baru. Sementara itu, aset safe haven seperti emas dan Bitcoin biasanya menjadi tujuan investor saat tensi pasar mata uang global memburuk, dan tren yang sama berpotensi berlanjut jika Jepang harus kembali masuk ke pasar untuk menahan pelemahan Yen lebih lanjut.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

AS Habisi Bursa Iran dan Terminal Minyak China, Tekanan ke Teheran Naik Level

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member