13 Warga Sipil Tewas Saat Gedung Apartemen Tehran Dihantam, Deadline Eskalasi Total Tinggal Hitungan Jam

Dini hari Senin (6 April 2026), dua gedung apartemen di Kabupaten Baharestan, area padat penduduk di barat daya Tehran, rata dengan tanah setelah dihantam serangan udara AS-Israel. Sedikitnya 13 orang tewas. Tim penyelamat dari Palang Merah Iran masih menggali reruntuhan untuk mencari korban yang terjebak, melansir AP dan CNN yang mengutip gubernur Baharestan melalui kantor berita Fars. Dalam serangan terpisah di hari yang sama, area pemukiman di Qom, kota suci Syiah selatan Tehran, juga dihantam, menewaskan sedikitnya 5 orang. Tidak jelas apa target dari kedua serangan ini. Baik Israel maupun AS tidak mengklaim tanggung jawab.

Serangan terhadap pemukiman sipil ini bukan kejadian baru dalam perang yang sudah memasuki hari ke-37. Angka-angka yang dirilis oleh otoritas Iran dan organisasi kemanusiaan menggambarkan skala kerusakan yang masif. Sedikitnya 2.076 orang telah tewas di Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari, menurut Kementerian Kesehatan Iran. Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 115.000 struktur sipil rusak atau hancur di seluruh negeri: 91.498 rumah, 22.580 fasilitas komersial, 736 sekolah dan pusat pendidikan, serta lebih dari 300 fasilitas kesehatan dan medis. Di Tehran saja, kotamadya mencatat 33.000 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan, melansir NPR, Bloomberg, dan Global Security.

Yang membuat tragedi ini semakin mengkhawatirkan adalah konteksnya. Serangan terhadap pemukiman sipil terjadi hanya jam-jam sebelum deadline Trump yang paling berbahaya: Selasa 8 PM ET. Trump secara eksplisit mengancam akan menghancurkan "setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan" di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka. "Jika mereka tidak buat kesepakatan, saya akan meledakkan semuanya di sana," kata Trump kepada Axios. Misi Iran di PBB menyebut ancaman ini sebagai "bukti jelas niat melakukan kejahatan perang" dan upaya untuk "meneror" populasi sipil, melansir CNN.

Jika deadline berlalu tanpa kesepakatan dan Trump menghancurkan infrastruktur listrik Iran, dampak terhadap warga sipil yang sudah kehilangan rumah, sekolah, dan rumah sakit akan berlipat ganda. Tanpa listrik berarti tanpa air bersih dari pompa dan fasilitas desalinasi, tanpa pendingin di tengah cuaca panas Timur Tengah, tanpa peralatan medis di rumah sakit yang masih berdiri, dan tanpa komunikasi. Untuk negara berpenduduk 90 juta orang, ini bukan sekadar eskalasi militer, ini adalah potensi bencana kemanusiaan dalam skala yang belum pernah terjadi dalam konflik modern.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member