Arab Saudi Buktikan Hormuz Bukan Senjata Mematikan: Pipa Darurat 7 Juta Barel Per Hari Kembali Penuh

Arab Saudi membuktikan bahwa penutupan Selat Hormuz tidak lagi mampu melumpuhkan ekspor minyaknya. Pipa minyak East-West milik Saudi Aramco kembali beroperasi penuh di kapasitas 7 juta barel per hari, setelah sempat terganggu akibat serangan drone Iran pada 9 April yang merusak satu stasiun pompa di sepanjang jalur tersebut.
Pipa sepanjang 1.200 kilometer ini menghubungkan ladang minyak di Provinsi Timur Arab Saudi langsung ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, melewati seluruh daratan Arab tanpa satu pun titik yang bisa diblokir oleh Iran. Infrastruktur ini pertama kali dibangun pada 1981 di tengah Perang Iran-Irak, persis untuk mengantisipasi skenario yang kini kembali terjadi. Arab Saudi mengekspor sekitar 5 juta barel per hari lewat Yanbu, sementara 2 juta barel sisanya dialirkan ke kilang domestik.
Kabar ini datang di hari yang sama ketika negosiasi damai AS-Iran di Islamabad gagal tanpa kesepakatan setelah 21 jam perundingan. Dengan tidak ada tanda-tanda gencatan senjata dalam waktu dekat, kemampuan Arab Saudi mengalirkan minyak tanpa bergantung pada Hormuz menjadi faktor penting yang menahan harga energi global dari lonjakan lebih lanjut.
Namun kesenjangan pasokan global belum tertutup sepenuhnya. Sebelum konflik, Selat Hormuz mengalirkan sekitar 15 juta barel per hari dari berbagai negara Teluk. Pipa Arab Saudi hanya mampu mengisi sebagian dari kekurangan itu, yang menjelaskan mengapa harga minyak Brent masih bertahan di atas 100 dolar per barel sejak perang dimulai. Selama Iran masih menguasai Hormuz dan negosiasi belum menghasilkan apapun, tekanan pada pasar energi global belum akan mereda sepenuhnya.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member