Bitcoin Dekati $80.000, Grayscale: Fase Naik Sudah Mulai

Bitcoin mencatat momentum penting dalam 24 jam terakhir dengan sempat menyentuh $79.326, mendekati level psikologis $80.000 yang sudah lama dinantikan pelaku pasar. Kenaikan ini datang bersamaan dengan pernyataan penting dari Grayscale, salah satu manajer aset kripto terbesar di dunia, yang menyatakan bahwa Bitcoin kemungkinan besar sudah melewati titik terbawahnya.

Dalam riset yang diterbitkan pada 21 April 2026, Kepala Riset Grayscale Zach Pandl menyatakan bahwa titik terbawah Bitcoin berada di kisaran $65.000 hingga $70.000, yang terjadi saat aksi jual besar-besaran pada Februari lalu. Sejak titik tersebut, Bitcoin sudah naik lebih dari 20%. Analisis ini didasarkan pada metrik realized price, yaitu harga rata-rata berdasarkan saat Bitcoin terakhir berpindah tangan di jaringan blockchain. Untuk pembeli dalam 1 hingga 3 bulan terakhir, angka ini berada di sekitar $74.000, tepat di bawah harga Bitcoin saat ini. Artinya, rata-rata pembeli terbaru sudah balik modal atau mulai mencetak keuntungan, kondisi yang secara historis menandai berkurangnya tekanan jual dan dimulainya fase awal tren naik.

Namun tidak semua analis sepakat dengan pandangan Grayscale. Benjamin Cowen dari Into The Cryptoverse memperkirakan titik terendah siklus ini baru akan terjadi pada Oktober 2026, dan pasar perlu melewati fase kapitulasi yang lebih dalam sebelum benar-benar pulih. Pandangan serupa juga disampaikan analis dari Alphractal dan CryptoQuant yang melihat jendela waktu bottom yang lebih luas antara Juni hingga Desember 2026.

Perbedaan pandangan ini mencerminkan bahwa pasar masih berada dalam fase transisi dengan ketidakpastian tinggi. Yang jelas, level $80.000 kini menjadi penentu arah berikutnya. Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, sentimen pasar bisa berubah signifikan dan memperkuat tesis Grayscale bahwa fase naik sudah dimulai.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member