China Tuntut Israel Tarik Pasukan dari Lebanon di Sidang DK PBB: "Jangan Jadi Gaza Kedua"

Delegasi China menyampaikan tuntutan keras di Dewan Keamanan PBB agar Israel segera menarik seluruh pasukannya dari Lebanon. Melansir UN Meetings Coverage, dalam sidang yang diminta oleh Prancis, perwakilan China menyatakan bahwa Lebanon tidak boleh menjadi Gaza kedua. Pernyataan ini datang setelah Israel memperluas operasi militer di Lebanon selatan sebagai bagian dari kampanye melawan Hezbollah yang ikut menyerang Israel sejak perang Iran-AS dimulai pada akhir Februari 2026.

Angka korban di Lebanon menunjukkan skala krisis yang sangat serius. Sejak eskalasi pada awal Maret 2026, lebih dari 1.240 orang tewas dan 3.680 lainnya luka-luka. Lebih dari 1,1 juta warga mengungsi, setara dengan sekitar 20% dari total populasi negara tersebut. Tiga penjaga perdamaian PBB dari misi UNIFIL juga tewas dalam insiden terpisah, menambah tekanan internasional terhadap operasi militer Israel di wilayah itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru saja mengumumkan perluasan zona keamanan hingga Sungai Litani, yang mencakup sekitar sepersepuluh wilayah Lebanon. Denmark menyatakan keprihatinan serius atas langkah ini. Di sisi lain, Hezbollah telah melancarkan lebih dari 880 roket dan rudal ke Israel sejak 2 Maret, menjadikan front Lebanon sebagai medan konflik aktif kedua setelah Iran.

Melebarnya perang ke Lebanon menambah lapisan kompleksitas bagi pasar global. Konflik yang awalnya terpusat pada Iran dan Selat Hormuz kini melibatkan lebih banyak aktor dan wilayah. Setiap eskalasi baru, baik di Lebanon maupun di Hormuz, memperpanjang ketidakpastian yang sudah menekan pasar sejak awal Maret. Harga minyak Brent yang masih di atas US$112 per barel dan imbal hasil obligasi AS yang terus naik mencerminkan premi risiko geopolitik yang belum mereda.

Bagi investor crypto, perluasan konflik ke Lebanon adalah pengingat bahwa skenario de-eskalasi cepat yang diharapkan pasar mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Bitcoin di kisaran US$66.500 tetap tertekan oleh ketidakpastian ini. Selama konflik terus meluas dan melibatkan lebih banyak negara, tekanan terhadap aset berisiko kemungkinan akan bertahan.

Melansir UN Meetings Coverage

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member