Diam-Diam 4,37 Juta Bitcoin Menghilang dari Pasar

Di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung, satu kelompok investor justru bergerak diam-diam menambah kepemilikan Bitcoin mereka. Data CryptoQuant per 7 April 2026 menunjukkan holder jangka panjang Bitcoin, yaitu investor yang menyimpan Bitcoin minimal 155 hari tanpa menjual, kini memegang total 4,37 juta BTC. Angka ini merupakan level tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah jaringan Bitcoin, melansir Cointelegraph.
Yang membuat data ini menarik adalah konteksnya. Akumulasi ini terjadi bersamaan dengan harga Bitcoin yang masih bertahan di kisaran 68.000 dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik akibat konflik Iran-AS, tekanan tarif Amerika Serikat, dan sentimen pasar yang masih dalam zona ketakutan. Chart akumulasi CryptoQuant menunjukkan tiga kelompok investor sekaligus, yaitu alamat akumulasi besar, alamat ritel yang akumulasi, dan alamat dengan pola akumulasi, semuanya mencatat tren yang konsisten naik sejak awal 2023.
Secara sederhana, Bitcoin yang dipegang holder jangka panjang adalah Bitcoin yang keluar dari sirkulasi aktif pasar. Angka 4,37 juta BTC setara dengan lebih dari 20% dari total seluruh Bitcoin yang akan pernah ada, tersimpan di tangan investor yang memilih untuk tidak menjual meski pasar bergejolak. Semakin banyak Bitcoin yang dikunci oleh kelompok ini, semakin sedikit pasokan yang tersedia untuk diperjualbelikan di bursa, sebuah dinamika yang secara historis pernah mendahului pergerakan harga signifikan di siklus-siklus sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa data akumulasi bukan sinyal harga secara langsung dan tidak menjamin pola serupa akan terulang. Kondisi makro global 2026 jauh lebih kompleks dibanding siklus sebelumnya, dengan variabel tambahan seperti konflik geopolitik aktif, ketegangan perdagangan global, dan ketidakpastian kebijakan bank sentral yang semuanya berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek. Yang pasti, dinamika pasokan Bitcoin yang semakin menyempit ini layak dicermati oleh siapapun yang mengikuti pergerakan aset ini secara serius.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member