Diam-Diam China Taruh $269 Miliar di Timur Tengah, dan Kini Semua Taruhannya Terancam

Saat dunia menyorot konflik Iran-AS yang terus memanas, China diam-diam berada di posisi paling serba salah. Sejak 2005, total investasi dan kontrak konstruksi Beijing di Timur Tengah menembus $269 miliar, menjadikan kawasan yang kini dilanda perang sebagai salah satu taruhan ekonomi terbesar dalam sejarah Republik Rakyat China, melansir Bloomberg.

Arab Saudi menjadi penerima terbesar dengan $82 miliar, disusul Uni Emirat Arab sebesar $48 miliar dan Irak $40 miliar. Bahkan Iran, negara yang sedang berhadapan langsung dengan AS dan Israel, menerima aliran investasi dan kontrak konstruksi China senilai $25 miliar. Jaringan kepentingan finansial ini tidak bisa diabaikan Beijing begitu saja saat mengambil posisi di tengah konflik yang semakin tidak terprediksi.

Dari sisi perdagangan, ketergantungan China pada kawasan ini bahkan lebih besar dari yang terlihat. Volume perdagangan China dengan Timur Tengah lebih dari dua kali lipat sejak 2017, mencapai $317 miliar di 2024. Angka itu hampir empat kali lipat dibanding volume perdagangan Timur Tengah dengan AS yang hanya $85 miliar di tahun yang sama. China bukan sekadar pengamat konflik ini. China adalah salah satu pihak yang paling banyak rugi jika kawasan terus tidak stabil.

Inilah yang membuat posisi Beijing begitu rumit. Di satu sisi ada hubungan strategis jangka panjang dengan Tehran. Di sisi lain ada ratusan miliar dolar aset, kontrak, dan jalur perdagangan yang tersebar di negara-negara Teluk yang kini berseberangan dengan Iran. Setiap eskalasi baru berpotensi mengancam rantai pasokan energi terbesar Asia, dan pasar global tidak bisa mengabaikan risiko itu. Selama ketidakpastian ini belum mereda, investor institusional termasuk mereka yang memantau pergerakan Bitcoin akan tetap menahan diri untuk masuk ke posisi berisiko lebih besar.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member