Gencatan Iran Resmi, Tapi Israel Belum Tentu Ikut

Gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran resmi diumumkan Trump pada Selasa malam, dan Iran mengonfirmasi ikut menghentikan serangan. Tapi satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Israel, pihak yang memulai konflik ini bersama AS pada 28 Februari, akan ikut berhenti?

Sebelum gencatan diumumkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel justru mengintensifkan serangannya, menyasar jalur kereta dan jembatan Iran yang disebutnya digunakan untuk transportasi senjata dan personel rezim, melansir NPR. Netanyahu menegaskan serangan tidak diarahkan ke warga sipil, tapi bertujuan menghancurkan rezim. Hingga saat ini, Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi soal apakah mereka terikat oleh kesepakatan yang dinegosiasikan AS dan Iran lewat mediasi Pakistan.

Pola ini pernah terjadi sebelumnya. Dalam gencatan senjata Perang Dua Belas Hari pada Juni 2025, Israel dan Iran sama-sama melanggar kesepakatan dalam jam-jam pertama sebelum akhirnya gencatan bertahan di bawah tekanan langsung Trump ke Netanyahu. Kali ini, belum ada konfirmasi bahwa tekanan serupa sudah diberikan, dan Israel dilaporkan tetap skeptis bahwa kesepakatan ini bisa bertahan, melansir NBC News.

Bitcoin yang sempat melonjak ke $72.700 setelah pengumuman gencatan kini diperdagangkan di bawah level tersebut, sementara harga minyak WTI yang anjlok lebih dari 10% ke sekitar $92 hingga $95 per barel berpotensi berbalik jika serangan Israel berlanjut dan memperumit status pembukaan Selat Hormuz. Reli pasar semalam dibangun di atas ekspektasi de-eskalasi, dan ekspektasi itu sangat sensitif terhadap berita dari Tel Aviv dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

Dua minggu ke depan bukan hanya ujian diplomatik antara Washington dan Tehran. Ini juga ujian seberapa jauh AS bersedia menekan sekutu terdekatnya untuk menjaga gencatan tetap utuh, dan apakah pasar yang sudah reli tajam semalam punya fondasi yang cukup kuat untuk bertahan dari kejutan berikutnya.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member