Gencatan Senjata Israel-Lebanon Resmi Dimulai, Tapi Hezbollah Ancam Hancurkan Segalanya

Israel dan Lebanon resmi masuk gencatan senjata 10 hari mulai 16 April 2026, setelah Trump mengumumkan kesepakatan yang dimediasi AS. Ini menjadi momen paling signifikan dalam konflik Lebanon sejak eskalasi besar pecah awal Maret 2026, melansir Al Jazeera dan CNBC.

Di balik gencatan senjata, ada satu variabel besar yang mengancam ketahanannya: Hezbollah. Kelompok bersenjata yang didukung Iran ini dikecualikan dari meja perundingan, sementara Israel dan Lebanon menggelar pembicaraan langsung pertama mereka sejak 1993. Hezbollah dengan tegas menyebut negosiasi ini "sia-sia" dan mendesak pemerintah Lebanon untuk menarik diri, dengan alasan Israel hingga kini belum menarik pasukan dari Lebanon selatan sesuai kesepakatan 2024.

Tujuan kedua pihak pun masih berseberangan jauh. Israel menginginkan pelucutan senjata Hezbollah secara penuh sebagai syarat perdamaian jangka panjang. Lebanon fokus mengamankan gencatan senjata dan memulai perundingan bilateral, tanpa menyentuh agenda perlucutan senjata terlebih dahulu.

Selama Hezbollah tetap di luar meja negosiasi, gencatan senjata ini berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh. Kelompok ini masih memegang kapasitas militer signifikan di Lebanon selatan, dan sejarah menunjukkan bahwa kesepakatan tanpa keterlibatan mereka sulit bertahan lama.

Bagi pasar, setiap sinyal de-eskalasi di Timur Tengah berdampak langsung ke harga minyak dan sentimen aset berisiko global, termasuk crypto. Gencatan senjata yang bertahan bisa menjadi katalis penurunan harga minyak dari level saat ini. Sebaliknya, jika Hezbollah kembali memicu konflik, pasar bisa menghadapi lonjakan volatilitas baru yang lebih tajam dari sebelumnya.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member