Gencatan Senjata Paskah Kolaps: Rusia Tetap Kirim Drone ke Ukraina

Gencatan senjata Paskah Ortodoks yang diumumkan Kremlin gagal bertahan bahkan dalam hitungan jam. Rusia meluncurkan lebih dari 160 drone ke wilayah Ukraina tepat sebelum gencatan berlaku, menewaskan empat orang dan merusak infrastruktur sipil di wilayah selatan Odesa, melansir AP dan Washington Post. Setelah gencatan resmi dimulai, serangan drone dari pihak Rusia dilaporkan tetap berlanjut.

"Gencatan tidak dipatuhi oleh pihak Rusia," kata Serhii Kolesnychenko, perwira komunikasi Brigade Artileri ke-148 Ukraina, kepada AP. Meski tembakan artileri sempat mereda di beberapa sektor, drone Rusia terus menyerang posisi Ukraina setelah gencatan berlaku. Ukraina merespons dengan prinsip yang disampaikan perwiranya secara langsung: diam dibalas diam, tembak dibalas tembak.

Kolapsnya gencatan ini terjadi di hari yang sama dengan serangkaian eskalasi di front lain. Negosiasi damai AS-Iran di Islamabad gagal total setelah 21 jam perundingan. AS resmi memberlakukan blokade penuh pelabuhan Iran. IDF dilaporkan masuk status siaga tinggi. Dalam satu hari, dua gencatan senjata besar di dua kawasan berbeda hancur hampir bersamaan, mengirimkan sinyal kuat bahwa ketidakpastian geopolitik global memasuki fase baru yang lebih berbahaya.

Bagi pasar keuangan global, dua eskalasi besar yang terjadi secara bersamaan ini memperpanjang periode ketidakpastian yang menekan selera risiko investor. Bitcoin dan aset kripto, sebagai aset berisiko paling likuid, berada di posisi paling rentan setiap kali sinyal geopolitik memburuk secara bersamaan dari berbagai penjuru dunia.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member