Iran Ajukan Tawaran Damai Bertahap ke AS: Buka Hormuz Dulu, Nuklir Belakangan

Iran mengajukan proposal damai baru kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan dengan formula bertahap, yaitu membuka Selat Hormuz dan mengakhiri perang lebih dulu, sementara negosiasi nuklir ditunda ke tahap berikutnya, melansir Axios dan Reuters. Proposal ini dikirim setelah negosiasi di Islamabad pekan lalu mentok karena perbedaan posisi yang lebar antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui kepada para mediator dari Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar bahwa elite Iran sendiri belum satu suara soal sejauh mana konsesi nuklir yang bisa mereka berikan. Maka mereka memilih jalan bypass: selesaikan dulu isu paling konkret dan mendesak, baru bahas yang paling sensitif.

Detail proposal yang dikirim ke Washington terdiri dari dua tahap. Tahap pertama: akhiri perang secara permanen, buka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran komersial, dan AS mencabut blokade angkatan lautnya. Tahap kedua: negosiasi soal program nuklir Iran baru dimulai setelah Hormuz benar-benar terbuka dan blokade dicabut. Pendekatan ini memberi Iran ruang nafas ekonomi karena Hormuz adalah sumber utama devisa minyak negara, sekaligus mengulur waktu untuk membangun konsensus internal soal posisi nuklir.

Buat Trump, proposal ini justru jadi dilema. Kalau AS terima, blokade Hormuz harus dicabut dan dengan itu leverage utama untuk memaksa Iran melepas stok uranium yang sudah diperkaya hilang. Padahal menghentikan program nuklir Iran adalah tujuan utama yang membuat Trump masuk ke perang ini. White House sudah merespons dengan nada dingin lewat juru bicara Olivia Wales: "AS pegang kartu dan hanya akan menyetujui deal yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah membiarkan Iran punya senjata nuklir". Sikap ini diperkuat pernyataan Trump pasca insiden penembakan Sabtu malam yang menegaskan dia tidak akan mundur dari perang Iran.

Pasar bereaksi keras terhadap stalemate diplomasi ini. Brent crude naik hampir 2 persen ke 107,49 dolar per barel pada perdagangan Senin pagi, tertinggi sejak 7 April. WTI menyusul ke 96,17 dolar per barel. Tekanan ke harga energi datang dari kenyataan bahwa lalu lintas pelayaran di Hormuz masih sangat terbatas dan blokade ganda (Iran menutup, AS memblokade) belum dicabut dari kedua sisi. Ekonom dari Chevron Mike Wirth bahkan memperingatkan bahwa efek penutupan Hormuz akan terasa dalam waktu lama karena rantai pasok dan inventaris global butuh waktu untuk pulih, meskipun selat segera dibuka.

Buat Indonesia, ini berarti tekanan ganda yang nyata. APBN 2026 yang dipatok dengan asumsi harga minyak hanya 70 dolar per barel kini harus menanggung selisih lebih dari 35 dolar per barel di setiap impor BBM yang masuk. Rupiah di kisaran Rp17.165 per dolar AS bakal makin tertekan, dan inflasi domestik yang sudah di 4,76 persen YoY (tertinggi tiga tahun) berisiko naik lagi. Trump dijadwalkan memimpin Situation Room meeting hari Senin untuk membahas langkah berikutnya. Yang dipantau pasar: apakah AS akan menerima, menolak, atau memodifikasi proposal Iran. Selama kedua pihak masih saling tunggu siapa yang mengalah duluan, harga energi akan tetap tinggi dan beban ekonomi Indonesia bakal terus berat.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member