ISRAEL SERANG LEBANON: 254 TEWAS JAM SETELAH GENCATAN SENJATA!

Dunia baru saja menghela napas lega ketika Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua minggu pada 8 April 2026. Namun hanya dalam hitungan jam, Israel melancarkan serangan udara terbesar sepanjang perang ke Lebanon, menghantam lebih dari 100 target Hezbollah dalam waktu 10 menit menggunakan 50 jet tempur yang menjatuhkan sekitar 160 bom. Kementerian Pertahanan Sipil Lebanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.165 lainnya luka-luka, menjadikan hari itu sebagai hari paling mematikan dalam konflik Lebanon sejak perang dimulai.

Serangan ini mencakup kawasan padat penduduk di jantung Beirut tanpa peringatan sebelumnya, termasuk gedung apartemen, kawasan komersial, dan area di dekat fasilitas kesehatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata AS-Iran tidak mencakup operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon. Trump kemudian mengonfirmasi posisi yang sama, dengan alasan bahwa Lebanon tidak dimasukkan karena keberadaan Hezbollah. Pernyataan ini bertentangan langsung dengan klaim Pakistan selaku mediator dan Iran, yang keduanya menyebut Lebanon seharusnya termasuk dalam kesepakatan.

Kebingungan soal cakupan gencatan senjata langsung membawa konsekuensi nyata. Hezbollah, yang semula menahan diri sejak pengumuman gencatan senjata, akhirnya membalas dengan meluncurkan roket ke wilayah utara Israel pada Kamis dini hari, serangan pertama kelompok tersebut sejak perjanjian ditandatangani. Iran merespons dengan menutup kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya sempat dibuka sebagai bagian dari syarat gencatan senjata. Harga minyak mentah Brent yang sempat anjlok lebih dari 13 persen pasca-pengumuman gencatan senjata, kini kembali terancam naik tajam.

Dampak ke pasar tidak bisa diabaikan. Selat Hormuz yang kembali tertutup berarti sekitar 20 persen pasokan minyak global kembali terhambat, dan tekanan inflasi energi yang sempat mereda bisa berbalik arah dalam waktu singkat. Ketidakpastian ini menjadi beban tambahan bagi aset berisiko termasuk Bitcoin, yang selama konflik ini bergerak sensitif mengikuti setiap eskalasi dan de-eskalasi geopolitik. Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon telah mengungsi sejak konflik meluas pada awal Maret, dan korban jiwa di Lebanon kini melampaui 1.600 orang.

Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi negosiasi ke Islamabad pada Sabtu ini bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Namun dengan Hezbollah sudah membalas tembak, Iran menutup kembali Hormuz, dan Lebanon tetap menjadi zona perang aktif di luar kesepakatan, gencatan senjata yang baru berusia satu hari ini kini berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member