Israel Tanda Tangan Damai, 5 Jam Kemudian Bom Lebanon

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran belum genap 48 jam, tapi Lebanon sudah menjadi lubang terbesar yang mengancam seluruh kesepakatan. Israel membom lebih banyak target di Lebanon pada Kamis, memperburuk kondisi gencatan senjata setelah serangan terbesarnya sepanjang perang menewaskan lebih dari 300 orang, melansir Kementerian Kesehatan Lebanon dikutip CNN dan Reuters.

Netanyahu menyatakan Israel bersedia membuka negosiasi langsung dengan Lebanon, tapi dalam kondisi yang membuatnya hampir mustahil berhasil. Seorang pejabat Israel menegaskan bahwa saat ini tidak ada gencatan senjata, dan perundingan akan digelar di bawah serangan yang terus berlanjut. Hizbullah yang sempat menahan diri di hari pertama gencatan senjata akhirnya kembali meluncurkan roket ke wilayah utara Israel.

Perselisihan soal Lebanon kini menjadi bom waktu bagi negosiasi besar AS-Iran yang dijadwalkan akhir pekan ini di Pakistan. Presiden Iran Pezeshkian menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon adalah syarat mutlak bagi kesepakatan negaranya dengan Amerika Serikat, melansir NPR. Sementara AS dan Israel kompak menyatakan Lebanon tidak masuk dalam perjanjian, Iran dan Pakistan selaku mediator menyatakan sebaliknya. Dua narasi yang saling bertentangan ini membuat landasan negosiasi akhir pekan menjadi sangat rapuh.

Di pasar, kebingungan ini langsung tercermin. Harga minyak mentah AS kembali melonjak ke US$100 per barel karena gencatan senjata belum menghasilkan pembukaan penuh Selat Hormuz. Bitcoin ikut tertekan di kisaran US$66.500 karena investor enggan masuk ke aset berisiko selama ketidakpastian kawasan belum selesai. Selama Lebanon masih terbakar dan kedua pihak saling bersikeras soal syarat kesepakatan, pasar tidak akan menemukan alasan kuat untuk pulih.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member