Lelang Obligasi AS Catat Permintaan Terlemah Sejak Mei 2024, Bloomberg Treasury Index Turun Lebih dari 2%

Bloomberg Treasury Index turun lebih dari 2 persen di bulan Maret, menuju kerugian bulanan terbesar sejak September 2022, sementara segmen obligasi korporasi berisiko tinggi mencatat arus keluar mingguan terbesar dalam hampir setahun, melansir Bloomberg. Pasar obligasi AS sedang ditinggalkan investor dari berbagai sisi sekaligus.

Minggu ini, lelang obligasi AS tenor 2, 5, dan 7 tahun senilai total US$183 miliar semuanya mendapat permintaan di bawah ekspektasi. Ketiga lelang terjual pada imbal hasil lebih tinggi dari yang diindikasikan pasar, performa terburuk untuk tiga lelang dalam satu bulan sejak Mei 2024. Penyebab utamanya adalah harga minyak mentah Brent yang melonjak ke kisaran US$116 per barel dan WTI di sekitar US$108, memicu kekhawatiran inflasi yang kembali naik. Pasar sudah sepenuhnya mencoret ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di 2026.

Di tengah tekanan ini, JPMorgan dan Pimco justru melihat imbal hasil obligasi yang sudah tinggi sebagai peluang. Mereka menilai bahwa guncangan inflasi pada akhirnya akan berubah menjadi perlambatan ekonomi yang memaksa imbal hasil turun kembali. Namun pandangan ini masih menjadi taruhan melawan konsensus pasar yang saat ini lebih khawatir terhadap inflasi.

Bitcoin di kisaran US$66.000 dan S&P 500 dalam fase koreksi. Ketika obligasi pemerintah AS yang selama ini dianggap aset paling aman pun ditinggalkan investor, sinyal yang dikirim ke pasar jelas: tidak ada kelas aset yang kebal dari tekanan saat ini. Bagi investor kripto, ini berarti volatilitas akan tetap tinggi. Tanpa kepastian arah suku bunga dan tanpa meredanya konflik di Timur Tengah, aset berisiko tidak punya penopang untuk pulih dalam jangka pendek.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member