PMI Manufaktur China Naik ke 50,4 di Maret, Kembali Ekspansi Setelah Dua Bulan Kontraksi

Aktivitas pabrik China kembali tumbuh di bulan Maret setelah dua bulan berturut-turut mengalami kontraksi. Indeks PMI manufaktur resmi yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) China naik ke 50,4 pada Maret 2026, di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan 50,1 dan naik signifikan dari 49,0 di Februari. Angka di atas 50 menandakan ekspansi, dan ini merupakan level tertinggi dalam setahun terakhir.

Melansir Reuters, kontraksi di Januari (49,3) dan Februari (49,0) sebagian besar disebabkan oleh lemahnya konsumsi domestik dan gangguan produksi selama libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang. Perbaikan di Maret didorong oleh momentum ekspor yang kuat dan kebijakan stimulus pemerintah, termasuk target anggaran infrastruktur yang lebih besar dan dana khusus 100 miliar yuan (sekitar US$14,5 miliar) untuk mendorong konsumsi. Pemerintah juga menetapkan target pertumbuhan yang lebih fleksibel di kisaran 4,5% hingga 5% untuk 2026, memberikan ruang fiskal lebih luas.

Namun tantangan masih menghadang. Lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz menekan industri seperti kilang dan petrokimia China. Melansir Reuters, analis dari Economist Intelligence Unit memperingatkan bahwa guncangan minyak akan membatasi pemulihan PMI. Ekspor yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan juga menghadapi risiko dari ketidakpastian global dan tarif AS yang masih berlaku.

Bagi kamu sebagai investor, pemulihan manufaktur China bisa menjadi penyeimbang di tengah sentimen global yang suram. China tetap menjadi penggerak utama permintaan komoditas dan barang global, dan ekspansi pabriknya bisa membantu menopang pertumbuhan ekonomi dunia. Bitcoin berada di kisaran US$66.500, dan stabilisasi ekonomi China bisa menjadi faktor positif bagi aset berisiko jika momentum pemulihan ini berlanjut ke kuartal kedua.

Melansir Reuters, NBS China

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member