Restrukturisasi Utang Whoosh Telah RampungRestrukturisasi Utang Whoosh Telah Rampung

Pemerintah memastikan bahwa proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah selesai dan saat ini tinggal menunggu pengumuman resmi. Hasil pembahasan juga telah disampaikan kepada pemerintah China sebagai mitra proyek, sementara rincian skema akan diumumkan oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dalam waktu dekat.

Total biaya proyek tercatat mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp116 triliun, dengan utang utama sebesar US$5,4 miliar atau sekitar Rp81 triliun. Pembengkakan biaya ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya proses pembebasan lahan yang berjalan lambat serta koordinasi antar instansi yang belum optimal. Dalam kurun waktu dua tahun, pembebasan lahan baru mencapai sekitar 4 kilometer. Selain itu, mitra China sempat mengalami kesulitan dalam menentukan pihak yang memiliki kewenangan utama dalam pengelolaan proyek.

Pemerintah menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tidak akan digunakan untuk membayar utang proyek ini. Tanggung jawab pembiayaan dialihkan kepada Danantara sebagai pihak pengelola. Kebijakan ini diambil untuk menjaga agar beban fiskal negara tidak bertambah secara langsung.

Ke depan, pengumuman resmi terkait skema restrukturisasi akan segera disampaikan. Sementara itu, operasional Whoosh tetap berjalan di bawah PT KAI dan tidak mengalami gangguan terhadap layanan publik.

Dengan selesainya proses restrukturisasi, perhatian selanjutnya tertuju pada efektivitas pengelolaan serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.Pemerintah memastikan bahwa proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah selesai dan saat ini tinggal menunggu pengumuman resmi. Hasil pembahasan juga telah disampaikan kepada pemerintah China sebagai mitra proyek, sementara rincian skema akan diumumkan oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dalam waktu dekat.

Total biaya proyek tercatat mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp116 triliun, dengan utang utama sebesar US$5,4 miliar atau sekitar Rp81 triliun. Pembengkakan biaya ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya proses pembebasan lahan yang berjalan lambat serta koordinasi antar instansi yang belum optimal. Dalam kurun waktu dua tahun, pembebasan lahan baru mencapai sekitar 4 kilometer. Selain itu, mitra China sempat mengalami kesulitan dalam menentukan pihak yang memiliki kewenangan utama dalam pengelolaan proyek.

Pemerintah menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tidak akan digunakan untuk membayar utang proyek ini. Tanggung jawab pembiayaan dialihkan kepada Danantara sebagai pihak pengelola. Kebijakan ini diambil untuk menjaga agar beban fiskal negara tidak bertambah secara langsung.

Ke depan, pengumuman resmi terkait skema restrukturisasi akan segera disampaikan. Sementara itu, operasional Whoosh tetap berjalan di bawah PT KAI dan tidak mengalami gangguan terhadap layanan publik.

Dengan selesainya proses restrukturisasi, perhatian selanjutnya tertuju pada efektivitas pengelolaan serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member