Retak! Trump Ultimatum NATO: Bayar 5% atau Keluar dari Meja Keputusan

Di balik retorika Trump soal NATO "tidak ada saat dibutuhkan," ada tuntutan yang jauh lebih konkret dan lebih mengancam eksistensi aliansi: uang. Trump menuntut seluruh anggota NATO meningkatkan belanja pertahanan ke level 5 persen dari GDP, jauh di atas ambang batas 2 persen yang sudah banyak negara kesulitan penuhi. "Ini seharusnya sudah dilakukan bertahun-tahun lalu," kata Trump dalam pernyataannya.

Tuntutan ini bukan sekadar retorika. Trump mempertimbangkan untuk mencabut hak suara negara-negara yang belanja pertahanannya di bawah 5 persen GDP dalam pengambilan keputusan NATO. Dengan kondisi saat ini, hanya Lithuania dan Latvia yang memenuhi syarat tersebut. Artinya, hampir seluruh Eropa termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris berpotensi kehilangan suara dalam aliansi yang mereka bangun bersama sejak 1949.

Di Hague Summit 2025, sebagian besar sekutu NATO sudah menyetujui target 5 persen GDP pada 2035, sebuah komitmen yang Trump sebut sebagai "kemenangan besar." Namun perang Iran mengubah konteks sepenuhnya. Sekutu yang sudah berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan kini juga menolak terlibat dalam konflik yang tidak mereka setujui, membuat Trump merasa komitmen finansial saja tidak cukup tanpa loyalitas militer penuh.

Angka 5 persen GDP untuk pertahanan bukan hal kecil. Saat ini hanya segelintir negara di dunia yang mencapai level tersebut, sebagian besar dalam kondisi perang aktif. Memaksa seluruh Eropa mencapai angka ini dalam waktu dekat berarti pergeseran anggaran besar-besaran dari belanja sosial ke militer, sebuah transformasi yang secara politik hampir mustahil di sebagian besar negara demokrasi Eropa.

Bagi pasar keuangan global, retaknya NATO bukan hanya isu geopolitik. Ini adalah sinyal fundamental pergeseran arsitektur keamanan yang selama 80 tahun menjadi fondasi stabilitas ekonomi Barat. Ketidakpastian ini mendorong modal ke aset safe haven, dan Bitcoin semakin masuk dalam daftar pertimbangan investor institusional sebagai alternatif di luar sistem keuangan berbasis aliansi tradisional.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member