Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa, Tembus Rp17.400 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah resmi mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah setelah tembus Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan dini hari Selasa (5/5/2026). Sebelumnya, pada penutupan sesi Senin (4/5/2026), rupiah sudah melemah 57 poin atau 0,33% ke level Rp17.394 per dolar AS. Posisi ini menjadikan rupiah mata uang paling tertekan di Asia hari itu, melampaui pelemahan Baht Thailand, Peso Filipina, dan Rupee India.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu oleh perkembangan terbaru konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump dilaporkan bersiap untuk blokade laut berkepanjangan terhadap Iran, sementara Selat Hormuz masih ditutup sebagai pembalasan. Indeks dolar AS sendiri bertahan di kisaran 98,25, mencerminkan permintaan safe haven yang masih sangat kuat. Pengamat memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.390 hingga Rp17.440 pada Selasa, dengan potensi tembus Rp17.550 pekan depan.

Tekanan tidak hanya datang dari luar. Dari sisi domestik, kebijakan MSCI yang mengeluarkan saham DSSA dan BREN dari indeks Global Standard membuka potensi outflow asing hingga Rp15 triliun. Indikator manufaktur juga memburuk. Melansir laporan terbaru, PMI Manufaktur Indonesia turun ke 49,1 di April 2026, level terendah sejak Juli 2025 dan kontraksi pertama setelah delapan bulan ekspansi berturut-turut. Surplus neraca dagang Maret memang masih bertahan di US$3,32 miliar, tertinggi dalam enam bulan, tapi nilainya turun dibanding US$4,33 miliar di Februari. Ekspor pun turun 3,1% secara tahunan menjadi US$22,53 miliar.

Buat investor Indonesia, pelemahan rupiah punya efek domino yang luas. Setiap kenaikan harga minyak US$1 per barel berpotensi menambah beban subsidi APBN Rp10 hingga Rp13 triliun per tahun. Dengan harga Brent masih di atas US$100 per barel, dan asumsi APBN 2026 dipatok di US$70, tekanan fiskal jadi makin nyata. Bank Indonesia sudah memperkuat stabilisasi lewat berbagai instrumen, mulai dari kenaikan yield SRBI, intervensi di pasar spot, DNDF, hingga SBN sekunder. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bauran kebijakan moneter tetap fokus pada stabilitas.

Pertanyaan besar yang masih terbuka adalah seberapa lama tekanan ini akan berlangsung dan apakah BI mampu menahan rupiah di bawah Rp17.500. Buat masyarakat, dampak pelemahan rupiah biasanya akan terasa lewat harga barang impor dan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Bagi investor, kombinasi rupiah lemah, outflow asing, dan kontraksi manufaktur adalah sinyal untuk lebih hati-hati di pasar Indonesia, sambil tetap mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah sebagai pemicu utama volatilitas.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member