Rupiah Tembus Rp17.105, Bank Indonesia Kerahkan Semua Senjata

Bank Indonesia angkat bicara soal pelemahan Rupiah yang kian dalam. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan bahwa bank sentral mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk menjaga stabilitas nilai tukar, melansir Tempo. Rupiah ditutup di level Rp17.105 per dolar AS pada 7 April 2026, melanjutkan tren pelemahan yang telah berlangsung sejak konflik Iran-AS memanas.

BI menyatakan intervensi dilakukan secara konsisten dan terukur di tiga jalur sekaligus: pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar NDF luar negeri. Langkah ini mencerminkan tekanan yang dihadapi Rupiah tidak hanya dari satu arah, tapi dari berbagai segmen pasar valuta asing secara bersamaan. Skala intervensi tiga jalur ini menunjukkan bahwa tekanan yang dihadapi Rupiah saat ini bukan fluktuasi biasa.

Damayanti juga menyoroti sisi lain dari konflik Timur Tengah yang sering luput dari perhatian. Kenaikan harga komoditas global akibat perang justru memperkuat posisi Indonesia sebagai negara eksportir batu bara, minyak sawit, dan nikel, yang berpotensi menopang cadangan devisa dan mengimbangi sebagian tekanan terhadap Rupiah. Ini adalah pola yang sudah terlihat di beberapa konflik global sebelumnya: Indonesia kerap menjadi penerima manfaat tidak langsung dari kenaikan harga komoditas di tengah krisis.

Bagi pemegang aset kripto di Indonesia, pelemahan Rupiah ini memiliki dampak ganda yang perlu dipahami. Nilai portofolio dalam Rupiah naik jika harga Bitcoin dalam dolar bertahan, tapi daya beli untuk kebutuhan sehari-hari ikut tergerus.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member