Sinyal Damai Iran-AS Bikin Harga Minyak dan Gas Anjlok Tajam

Pasar energi global langsung bereaksi keras setelah muncul sinyal damai antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak mentah Brent acuan anjlok hampir 8% ke US$101,27 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 7%. Gas alam Eropa bahkan terjun lebih dalam, jatuh hingga 14% dalam satu hari perdagangan. Penurunan ini jadi yang paling tajam sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026.

Melansir Bloomberg Technoz, pemicu utama jatuhnya harga adalah laporan bahwa Iran sedang mengevaluasi proposal baru dari Washington untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir 10 minggu. Proposal tersebut berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) satu halaman dari Washington. Jika diterima Iran, MoU ini akan mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selama hampir 10 minggu terakhir, penutupan Hormuz menjadi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi global, mengingat sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Para trader minyak menyambut kemungkinan normalisasi jalur Hormuz dengan antusiasme tinggi. Selama perang berlangsung, harga Brent sempat tembus US$126 per barel di puncaknya, level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Penurunan ke kisaran US$101 hari ini menandakan pasar sudah mulai memperhitungkan skenario damai sebagai kemungkinan paling realistis. Yang menarik, penurunan harga gas alam Eropa yang lebih tajam dari minyak menunjukkan bahwa krisis energi Eropa selama 10 minggu terakhir sebagian besar didorong oleh ketakutan, bukan kekurangan pasokan riil.

Buat ekonomi Indonesia, sinyal damai ini membawa kabar baik berlapis. Pertama, harga minyak yang turun mengurangi tekanan ke APBN, khususnya beban subsidi BBM. Asumsi APBN 2026 dipatok di US$70 per barel, jadi setiap penurunan harga minyak mengurangi beban fiskal pemerintah secara signifikan. Kedua, rupiah yang sebelumnya cetak rekor terlemah di Rp17.434 per dolar AS sudah mulai rebound seiring meredanya permintaan safe haven. Ketiga, IHSG di pasar saham juga melesat 1% lebih di pembukaan pagi ini, dengan saham bank besar seperti BBRI memimpin penguatan.

Pertanyaan besar yang masih terbuka adalah apakah Iran benar-benar akan menerima proposal MoU dari Washington. Selama beberapa minggu sebelumnya, Iran konsisten menolak skema damai yang ditawarkan AS. Tapi tekanan ekonomi internal Iran akibat blokade dan dorongan sekutu seperti China dan Rusia mungkin membuat posisi mereka lebih lentur kali ini. Buat investor Indonesia, momen ini saatnya cermati aset berisiko seperti saham dan crypto yang biasanya merespons positif ketika ketegangan geopolitik mereda. Tapi tetap waspada, deal damai ini masih dalam tahap evaluasi, dan kalau Iran akhirnya menolak, harga minyak bisa kembali melonjak dengan cepat.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member