Trump Ancam Bom Iran "Kembali ke Zaman Batu" Jika Hormuz Tidak Dibuka, Brent Tertekan ke US$101

Harga minyak mentah Brent turun ke kisaran US$101 per barel dari US$104 sehari sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan perang mendekati akhir, namun ancaman baru yang jauh lebih agresif bisa membalikkan tren ini. Dalam pidato nasional pada Rabu malam (1 April 2026), Trump menyatakan AS akan mengintensifkan serangan selama 2 hingga 3 minggu ke depan dan mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik serta ladang minyak Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka, melansir CNBC dan CNN.

Ancaman ini bukan sekadar retorika biasa. Penghancuran infrastruktur energi Iran akan menghilangkan pasokan lebih dari 3 juta barel per hari dari pasar global, sebuah volume yang cukup untuk mendorong Brent melewati US$120 per barel dan memperburuk tekanan inflasi di seluruh dunia. Trump juga mengklaim telah menolak permintaan gencatan senjata dari presiden Iran, dengan syarat utama pembukaan Selat Hormuz terlebih dahulu.

Iran membantah keras seluruh klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan AS, sementara televisi negara Iran menyebut klaim Trump tentang permintaan gencatan senjata sebagai tidak berdasar, melansir Al Jazeera. Ketegangan narasi antara kedua pihak ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar yang mencoba membaca arah konflik.

Pasar aset berisiko merespons dengan hati-hati. Bitcoin bertahan di kisaran US$67.000 hingga US$68.500, mencerminkan sikap menunggu terhadap skenario mana yang akan terealisasi: de-eskalasi yang menekan harga minyak dan membuka ruang bagi aset berisiko, atau eskalasi total yang mendorong inflasi global naik dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dua minggu ke depan menjadi jendela kritis. Jika ancaman Trump terwujud, dampaknya tidak hanya dirasakan Iran tetapi seluruh rantai pasok energi global, dari harga BBM di Indonesia hingga proyeksi suku bunga The Fed di kuartal ketiga 2026.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member