Trump: Hormuz Akan Dibuka, Dengan atau Tanpa Iran

Pakistan mengerahkan lebih dari 10.000 personel kepolisian dan paramiliter di seluruh ibu kota Islamabad untuk mengawal perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai hari ini, Sabtu 11 April 2026. Ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, dan dianggap sebagai salah satu momen diplomatik paling krusial dalam konflik yang telah mendorong harga minyak Brent ke USD112 per barel, naik lebih dari 55% sejak awal perang.

Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Iran mengirimkan delegasi yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Zona merah Islamabad, yang mencakup gedung-gedung pemerintahan utama dan kawasan diplomatik, disegel penuh dengan akses terbatas hanya untuk personel berwenang, melansir Al Jazeera. Pakistan bahkan mengerahkan jet tempur untuk mengawal penerbangan delegasi Iran menuju Islamabad, dan memberlakukan kebijakan visa khusus bagi delegasi serta jurnalis internasional yang hadir.

Target Pakistan untuk perundingan ini bersifat realistis namun terbatas: bukan perdamaian permanen, melainkan cukup untuk mempertahankan momentum diplomasi agar kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan. Gencatan senjata dua pekan yang disepakati 7 April masih sangat rapuh. Iran sempat menutup kembali Selat Hormuz pada Rabu setelah Israel menyerang Beirut, dengan alasan serangan itu melanggar syarat gencatan senjata. Ketua Parlemen Ghalibaf sendiri sebelumnya menyatakan waktu hampir habis bagi kelayakan gencatan senjata ini, melansir Reuters.

Di balik meja perundingan, ada tekanan ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Lebih dari 1.000 kapal masih antre di luar Selat Hormuz, termasuk 187 tanker yang membawa sekitar 172 juta barel minyak mentah tertahan. Trafik kapal saat ini hanya 7 hingga 18 kapal per hari, anjlok dari baseline pra-perang sebesar 140 kapal per hari, melansir Lloyd's List. Masalah teknis memperumit situasi lebih jauh: melansir New York Times mengutip pejabat AS, Iran tidak dapat menemukan semua ranjau laut yang ditanamnya sendiri karena pemasangan yang dilakukan secara sembarangan, dengan sebagian ranjau telah hanyut dari posisi awal akibat arus laut.

Bagi investor crypto Indonesia, hasil perundingan Islamabad adalah katalis pasar paling dinantikan saat ini. Kesepakatan yang solid berpotensi mendorong harga minyak Brent turun dari USD112 per barel, memberi sinyal positif bagi The Fed untuk mulai mempertimbangkan pemangkasan suku bunga, dan membuka ruang bagi Bitcoin untuk keluar dari kisaran USD66.500 hingga USD67.800 yang sudah menjadi zona konsolidasi selama berminggu-minggu. Sebaliknya, kegagalan perundingan berarti tekanan energi dan ketidakpastian geopolitik akan terus menekan likuiditas global hingga pertengahan 2026.

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member