Trump Jadwalkan Pidato Nasional Soal Iran Rabu Malam, Sinyal Perang Mendekati Akhir

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Trump akan menyampaikan pidato nasional pada Rabu malam, 2 April 2026, pukul 9 malam waktu AS (Kamis pagi WIB) untuk memberikan apa yang disebut sebagai "perkembangan penting soal Iran." Melansir CNBC dan Bloomberg, pengumuman ini datang setelah Trump menyampaikan serangkaian pernyataan yang mengindikasikan konflik mendekati akhir.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan pasukan AS bisa meninggalkan Iran dalam dua hingga tiga minggu. Yang lebih signifikan, Trump menyatakan bahwa kesepakatan formal dengan Iran tidak diperlukan untuk mengakhiri operasi militer. Trump menyebut bahwa ketika AS merasa Iran sudah cukup lama dimasukkan ke "zaman batu" dan tidak akan bisa membangun senjata nuklir, AS akan pergi, terlepas ada kesepakatan atau tidak.

Soal Selat Hormuz, Trump mengambil posisi yang tidak terduga. Alih-alih menjadikan pembukaan selat sebagai syarat berakhirnya perang, Trump justru menyerahkan tanggung jawab ke negara-negara yang menggunakannya, bahkan mengatakan kepada sekutu untuk "pergi ambil minyak kalian sendiri." Melansir CNN, sikap ini sejalan dengan laporan sebelumnya bahwa Trump bersedia mengakhiri perang meski Hormuz masih tertutup, sebuah posisi yang kontras dengan langkah UEA yang justru membentuk koalisi militer untuk membuka selat secara paksa.

Pasar merespons positif. Saham AS menguat setelah sinyal de-eskalasi ini muncul. Namun pertanyaan besar tetap menggantung: jika AS mundur tanpa membuka Hormuz, 20% pasokan minyak dan gas alam cair global tetap terputus. Harga minyak Brent yang masih di atas US$110 per barel belum tentu turun signifikan hanya karena AS berhenti berperang.

Bagi investor crypto, pidato Rabu malam menjadi momen krusial. Bitcoin di kisaran US$66.500 berpotensi mendapat katalis positif jika Trump mengonfirmasi berakhirnya perang. Tapi jika Hormuz tetap tertutup dan ketidakpastian energi berlanjut, tekanan terhadap aset berisiko belum akan mereda dalam waktu dekat.

Melansir CNBC, Bloomberg, CNN

Pelajari Materi Lainnya

Lihat semua

APBN 2026 Resmi "Survival Mode": Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Sirna dan Selat Hormuz Tetap Lumpuh

Asing Kabur Rp2 Triliun dari Bank Indonesia: Apa Artinya Buat Dompet Kamu?

Drama Bersejarah Musk vs OpenAI: Gugatan $130 Miliar dan Token Meme Viral $SCAM Altman

Malaysia Bikin Sukuk Versi Crypto, Indonesia Kapan?

UAE Keluar OPEC, Rupiah Siap-Siap Hadapi Badai Baru

Trump Klaim AS Cuan $30 Miliar dari Saham Intel dalam 90 Hari, Tapi Angka Resmi Berbeda

OJK Setop 953 Pinjol & Investasi Ilegal di Q1 2026, Modus Penipuan Makin Canggih

Trump Klaim Iran Sudah Kalah, Blokade Diperpanjang. Apa Dampaknya ke Indonesia?

Hilirisasi Rp116 Triliun Diresmikan, Indonesia Siap Kurangi Impor Bensin?

Properti China Ambruk 21%, Indonesia Bakal Ikut Terseret?

Rupiah & Emas Sama-Sama Ambruk Hari Ini, Apa Artinya Buat Kamu?

Saudi Babak Belur! Ekspor Minyak Anjlok 50% Akibat Perang Iran

Menkeu Ambil Alih Anggaran OJK! Ada Apa Sebenarnya?

Trump Timbang Serangan Baru ke Iran, CENTCOM Siapkan Tiga Opsi Militer

Bahlil Dorong Perluasan CNG, RI Mau Lepas dari Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun

Indonesia Emas 2045? Prabowo Tebar 6 Janji di Hari Buruh, dari Ojol hingga Bunga Kredit 5%

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Buntut Perselisihan dengan Kanselir Merz Soal Perang Iran

Hacker Korea Utara Raup $577 Juta Crypto dari 2 Serangan, Dominasi 76% Pencurian Global 2026

Jepang Gelontor $34,5 Miliar Selamatkan Yen, Intervensi Pertama Sejak Juli 2024

Belajar lebih dalam bersama komunitas Trade With Suli

Gabung Member