<

Trump Dievakuasi dari Acara Resmi Usai Penembakan, Tegas Lanjut Perang Iran

Presiden AS Donald Trump dievakuasi dari White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton pada Sabtu malam 25 April 2026 setelah terjadi insiden penembakan di area screening venue, melansir Bloomberg, CNN, dan AP. Trump, Ibu Negara Melania, Wakil Presiden JD Vance, serta seluruh anggota Cabinet termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menlu Marco Rubio dalam kondisi selamat. Pelaku, pria 30 tahun asal California, sudah dalam tahanan. Sekitar 2.600 tamu di ballroom langsung berlindung di bawah meja saat 5 hingga 8 tembakan terdengar. Satu agen Secret Service dilaporkan terluka tertembak.

Yang menarik, beberapa jam setelah evakuasi, Trump langsung memberikan keterangan dari White House dan tegas menyatakan insiden ini tidak akan menghentikan dia memenangkan perang Iran, melansir Bloomberg. Sikap keras ini muncul tepat saat tekanan keamanan terhadap Trump justru meningkat, mengulangi pola yang sudah pernah terjadi sejak percobaan pembunuhan di Butler, Pennsylvania, Juli 2024 dan di Mar-a-Lago, September 2024. Trump juga mengumumkan acara akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari.

Sikap keras Trump ini bukan terjadi di ruang kosong. Beberapa hari sebelumnya, Trump batal mengirim utusan AS ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran karena tawaran Tehran dinilai “tidak cukup baik”. AS juga baru saja menyita kapal sanksi Iran di Laut Arab sebagai bagian dari blokade militer Selat Hormuz yang masih berjalan. Sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga membekukan $344 juta crypto terkait IRGC dan Hezbollah dalam apa yang disebut “Operation Economic Fury”. Semua ini menunjukkan AS justru mempertajam tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran, bukan melonggarkannya.

Pasar belum sempat bereaksi terhadap insiden penembakan dan pernyataan Trump karena keduanya terjadi di akhir pekan. Tapi Senin pagi waktu Asia, potensi sentimen risk-off cukup besar. Kombinasi insiden keamanan terhadap presiden AS dan sikap keras Trump yang menutup pintu negosiasi dengan Iran biasanya memicu kenaikan dolar AS sebagai safe haven, lonjakan harga Brent crude yang sudah di kisaran $105 per barel, serta tekanan ke aset berisiko seperti Bitcoin (saat ini di $77.700), saham, dan Rupiah yang sudah lemah di Rp17.165 per dolar.

Buat investor Indonesia, ini momentum untuk siap-siap menghadapi volatilitas tambahan minggu depan. Dua hal yang perlu dipantau: pernyataan resmi Trump berikutnya soal langkah AS terhadap Iran setelah insiden ini, dan apakah blokade Selat Hormuz akan dieskalasi lebih jauh. Selama konflik geopolitik ini terus memanas dan tidak ada sinyal de-eskalasi, tekanan ke Rupiah dan aset berisiko di Indonesia akan terus berlanjut. Kalau kamu punya posisi terbuka di crypto atau saham, ini saat yang tepat untuk meninjau ulang manajemen risiko kamu sebelum pasar buka Senin pagi.

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.