Presiden AS Donald Trump melontarkan klaim mengejutkan lewat Truth Social pada Rabu 29 April 2026: pemerintah AS untung lebih dari $30 miliar dalam 90 hari dari saham Intel saja, melansir The Hill dan TipRanks. “Saya sangat bangga dengan perusahaan itu, karena saya yang bertanggung jawab atas keuntungan Amerika Serikat lebih dari $30 miliar dalam 90 hari terakhir hanya dari saham tersebut. Ada juga investasi lain yang sukses besar dengan mengambil bagian ekuitas sebagai bentuk dukungan,” tulis Trump. Pernyataan ini disampaikan setelah saham Intel melonjak ke level $96,73 per saham, didorong laporan earning Q1 2026 yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar.
Untuk memahami klaim ini, kita perlu melihat ke belakang. Pada Agustus 2025, pemerintah AS lewat administrasi Trump mengakuisisi sekitar 10 persen saham Intel atau setara 433,3 juta lembar di harga $20,47 per saham, dengan total nilai $8,9 miliar. Pendanaan akuisisi ini diambil dari dua sumber: $5,7 miliar dari grant CHIPS and Science Act yang sebelumnya diperuntukkan untuk produksi semikonduktor domestik, dan $3,2 miliar dari program Secure Enclave yang fokus pada chip yang aman untuk pertahanan nasional. Saat itu, Senator Bernie Sanders bahkan menyetujui langkah ini, mengatakan pembayar pajak seharusnya tidak memberi miliaran dolar bantuan korporasi tanpa imbalan apapun.
Tapi angka klaim Trump sedikit berbeda dari laporan resmi. Data Bloomberg dan CoinDesk per 24 April 2026 menunjukkan nilai stake AS di Intel naik ke kisaran $35-36 miliar, dengan unrealized gain (keuntungan di atas kertas yang belum dicairkan) sekitar $26,5 miliar. Saham Intel naik dari $20,47 ke kisaran $94-96 per saham dalam delapan bulan, atau hampir empat kali lipat. Klaim Trump $30 miliar dalam 90 hari sebenarnya overstated dibanding angka Bloomberg yang $26,5 miliar dalam delapan bulan. Tapi tren keseluruhannya memang luar biasa untuk pemerintah yang biasanya tidak terkenal sebagai investor saham yang lihai.
Pendorong utama kenaikan saham Intel datang dari laporan keuangan Q1 2026 yang dirilis pada Jumat 24 April 2026. Segmen Data Center dan AI Intel melonjak 22 persen secara tahunan ke $5,1 miliar, didorong permintaan kuat untuk prosesor Xeon yang digunakan untuk infrastruktur AI. Setelah bertahun-tahun tertinggal dari Nvidia di pasar chip AI, Intel mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan strategi baru yang fokus pada accelerator AI dan foundry service. Reaksi pasar langsung positif: saham Intel naik 22 persen di pre-market trading begitu earning rilis. Bagi investor yang sudah pegang saham Intel sejak Trump umumkan akuisisi, ini momen panen besar.
Buat investor retail Indonesia, kasus Intel ini punya beberapa pelajaran berharga. Pertama, sektor semiconductor dan AI global sedang berada di titik panas yang membuka peluang besar. Investor Indonesia bisa ikut tren ini lewat reksa dana saham global, ETF yang fokus ke big tech AS, atau langsung beli saham AS lewat broker yang punya akses pasar luar negeri. Kedua, kasus Intel menunjukkan bahwa contrarian investing (membeli saat semua orang menjual) bisa menghasilkan keuntungan luar biasa kalau dilakukan di perusahaan dengan fundamental kuat yang sedang turun karena masalah sementara. Saat AS beli Intel, banyak yang skeptis karena Intel memang sedang struggle. Sekarang mereka panen.
Tapi ada juga risiko yang perlu dipahami sebelum ikut-ikutan masuk saham Intel atau sektor AI. Pertama, $26,5 miliar yang dikantongi AS masih unrealized alias di atas kertas. Kalau pasar AI mengalami koreksi karena overvaluation atau Intel gagal eksekusi roadmap-nya, angka itu bisa hilang dengan cepat. Kedua, klaim politis Trump tentang keuntungan ini kemungkinan akan memicu volatilitas tambahan karena trader retail bisa mengikuti hype-nya, yang bisa membuat saham Intel naik lebih cepat dari fundamental. Ketiga, sektor AI sudah berkali-kali jadi sumber bubble di pasar saham, dan tidak ada jaminan tren naik akan berlanjut selamanya. Untuk investor Indonesia yang tertarik, strategi yang masuk akal adalah masuk bertahap (dollar cost averaging), diversifikasi ke beberapa saham AI (bukan cuma Intel), dan punya horizon investasi minimal 3-5 tahun.