Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menerima briefing dari Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper soal opsi militer baru terhadap Iran. Melansir Axios, briefing ini menjadi sinyal kuat bahwa Trump serius mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi tempur besar setelah negosiasi dengan Iran mengalami stalemate dalam dua minggu terakhir.
Tiga opsi disiapkan CENTCOM untuk dipresentasikan ke Trump. Pertama, gelombang serangan singkat dan kuat ke infrastruktur Iran untuk memecah kebuntuan negosiasi. Kedua, pengambilalihan sebagian Selat Hormuz agar jalur perdagangan global kembali terbuka. Ketiga, operasi pasukan khusus untuk mengamankan stockpile uranium yang diperkaya milik Iran. Ketua Joint Chiefs Jenderal Dan Caine juga dijadwalkan hadir dalam briefing tersebut.
Trump sendiri mengatakan kepada Axios bahwa blokade laut yang sedang berjalan dinilai lebih efektif dibandingkan pengeboman. Namun dua sumber yang dikutip Axios menyebut Trump akan mempertimbangkan aksi militer jika Iran tidak mau kembali ke meja perundingan. Iran membalas dengan tegas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan blokade AS “doomed to fail” dan bertentangan dengan hukum internasional. Komandan senior Garda Revolusi Iran Seyed Majid Mousavi turut mengancam akan merespons setiap serangan AS dengan pukulan menyakitkan yang panjang dan luas.
Buat investor, eskalasi seperti ini biasanya menekan aset berisiko dalam jangka pendek. Bitcoin yang berada di kisaran US$74.000 berpotensi makin volatil, sementara dolar AS berpotensi menguat sebagai safe haven. Briefing hari ini bisa menjadi titik balik penentu apakah perang Iran akan masuk fase baru atau kembali ke meja perundingan.