Anthropic, perusahaan AI pembuat Claude, mengonfirmasi sedang menguji model AI baru yang disebut sebagai kemajuan besar setelah kebocoran data mengungkap keberadaannya. Juru bicara Anthropic menyebut model ini sebagai model tercanggih yang pernah mereka bangun. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan secara eksklusif oleh Fortune berdasarkan dokumen internal yang ditemukan di penyimpanan data publik.
Kebocoran terjadi akibat kesalahan konfigurasi sistem manajemen konten Anthropic, bukan peretasan. Sekitar 3.000 aset yang belum dipublikasikan, termasuk draf pengumuman produk, ditemukan tersimpan di basis data publik tanpa enkripsi. Dua peneliti keamanan siber menemukan dokumen tersebut secara terpisah: Alexandre Pauwels dari Universitas Cambridge dan Roy Paz dari LayerX Security. Dalam draf tersebut, model baru ini disebut “Claude Mythos” dan merupakan bagian dari tier baru bernama “Capybara” yang diposisikan di atas Opus sebagai model terbesar dan termahal dari Anthropic.
Yang menarik perhatian industri: draf tersebut secara eksplisit menyebut bahwa model ini memiliki kemampuan keamanan siber yang jauh melampaui model AI manapun saat ini. Anthropic mengakui bahwa model tersebut berpotensi digunakan untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan dalam skala yang melampaui kemampuan pertahanan siber yang ada. Karena itu, perusahaan mengambil pendekatan rilis yang sangat hati-hati, hanya memberikan akses awal ke sekelompok kecil pelanggan yang fokus pada pertahanan siber.
Kebocoran ini juga mengungkap rencana Anthropic menggelar acara tertutup khusus undangan untuk para CEO korporasi besar di Inggris, dengan kehadiran CEO Anthropic Dario Amodei. Belum ada jadwal resmi kapan Claude Mythos akan tersedia untuk publik. Bagi industri AI secara luas, insiden ini menyoroti ironi bahwa perusahaan yang memposisikan diri sebagai laboratorium AI paling berhati-hati justru mengalami kebocoran data akibat kesalahan konfigurasi sederhana.