Ekonomi AS kehilangan 92.000 pekerjaan pada Februari 2026, jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan penambahan sekitar 60.000 posisi. Tingkat pengangguran naik tipis ke 4,4 persen dari 4,3 persen di bulan sebelumnya, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Ini menjadi penurunan lapangan kerja terbesar dalam empat bulan terakhir.
Sektor layanan kesehatan menjadi penyumbang terbesar penurunan, kehilangan 28.000 pekerjaan akibat aksi mogok tenaga medis. Praktik dokter saja kehilangan 37.000 posisi, meski rumah sakit masih menambah 12.000. Sektor informasi turun 11.000, sementara pemerintah federal terus menyusut dengan pengurangan 10.000 posisi. Sejak puncaknya pada Oktober 2024, jumlah pegawai pemerintah federal sudah turun 330.000 atau 11 persen. Revisi data bulan sebelumnya memperburuk gambaran: angka Desember 2025 direvisi turun 65.000, dari penambahan 48.000 menjadi penurunan 17.000.
Minggu depan, pasar menanti rilis data lapangan kerja Maret yang dijadwalkan keluar pada 3 April. Konsensus awal memperkirakan sekitar 60.000 pekerjaan baru tercipta. Jika angka ini terpenuhi, itu akan menjadi pemulihan pertama setelah dua bulan bergejolak.
Bagi kamu sebagai investor, data ini penting karena langsung memengaruhi arah kebijakan The Fed. Upah rata-rata per jam naik 0,4 persen ke US$37,32, atau 3,8 persen secara tahunan. Jika data Maret kembali mengecewakan sementara inflasi upah tetap tinggi, The Fed berada di posisi sulit: pasar kerja melemah tapi tekanan inflasi belum reda. Secara historis, ekspektasi pemangkasan suku bunga cenderung positif untuk aset berisiko termasuk Bitcoin, tapi kondisi stagflasi bisa membuat respons pasar lebih sulit diprediksi.
Melansir data Biro Statistik Tenaga Kerja AS dan Bloomberg.