Sentimen institusional terhadap aset digital berbalik arah setelah empat minggu berturut-turut menikmati arus masuk. Melansir CoinShares dan The Block, dana investasi aset digital mencatat arus keluar bersih US$414 juta pekan lalu, mengakhiri tren positif yang sempat membawa total aset kelolaan kripto naik 9,4% sejak awal krisis Iran. Total aset kelolaan kini turun ke US$129 miliar, kembali ke level awal Februari.
Dua tekanan makro datang bersamaan. Pertama, eskalasi perang Iran yang terus mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kedua, perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang kini bergeser dari pemangkasan suku bunga menjadi potensi kenaikan pada rapat Juni. James Butterfill, kepala riset CoinShares, menyatakan bahwa level aset kelolaan saat ini sebanding dengan kondisi April 2025 saat tarif Trump pertama kali diberlakukan.
Ethereum menjadi yang paling terdampak dengan arus keluar US$222 juta, membuat arus masuk bersih sepanjang 2026 jadi negatif. Bitcoin kehilangan US$194 juta tapi masih mencatat arus masuk bersih US$964 juta sepanjang tahun ini, menunjukkan bahwa keyakinan institusional jangka panjang terhadap Bitcoin masih bertahan meskipun tekanan jangka pendek meningkat. Di sisi positif, XRP justru mencatat arus masuk US$15,8 juta, menjadi salah satu dari sedikit aset digital yang masih diminati investor pekan lalu.
Bagi kamu sebagai investor, data ini menggambarkan tarik-menarik antara tekanan makro jangka pendek dan keyakinan struktural jangka panjang. Jerman dan Kanada justru mencatat arus masuk, mengindikasikan sebagian investor melihat penurunan harga sebagai peluang beli. Bitcoin bertahan di kisaran US$66.500, dan arah konflik Iran serta keputusan The Fed di bulan-bulan mendatang akan menjadi penentu apakah arus keluar ini hanya bersifat sementara atau awal dari tren yang lebih panjang.
Melansir CoinShares, The Block