<

Dunia di Ambang Bencana Nuklir: Rudal AS-Israel Jatuh Beberapa Meter dari Reaktor Aktif Bushehr

Perang Iran baru saja memasuki wilayah yang mengancam keselamatan jutaan manusia. Rudal AS-Israel menghantam perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, hanya beberapa meter dari reaktor yang sedang beroperasi. Satu petugas keamanan tewas. Ini adalah serangan keempat di area PLTN tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, melansir Times of Israel dan Al Arabiya.

Rusia, yang membangun dan mengoperasikan PLTN Bushehr, bereaksi keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menyebut serangan ini “tidak bertanggung jawab dan sama sekali tidak bisa diterima,” menuntut seluruh serangan terhadap fasilitas nuklir Iran segera dihentikan. Rosatom melakukan evakuasi darurat 198 staf Rusia dari lokasi, evakuasi terbesar sepanjang perang. CEO Rosatom Alexey Likhachev memperingatkan bahwa risiko insiden nuklir “hanya meningkat” dan menyebut situasi di Bushehr telah mencapai “ambang batas berbahaya,” melansir Times of Israel dan Al Arabiya.

Peringatan paling mengerikan datang dari Menlu Iran Araghchi. “Ingat kemarahan Barat soal PLTN Zaporizhzhia di Ukraina?” tulisnya di X. “Jatuhan radioaktif dari Bushehr akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk, bukan Tehran.” Araghchi benar secara geografis: Bushehr terletak di pantai Teluk Persia, dan arah angin dominan membawa partikel ke arah selatan menuju Dubai, Doha, Kuwait, dan Bahrain, bukan ke utara menuju Tehran, melansir Al Jazeera.

Kepala IAEA Rafael Grossi sudah berulang kali memperingatkan tentang bahaya ini. Serangan langsung pada reaktor Bushehr bisa menyebabkan “pelepasan radioaktivitas yang sangat tinggi” dengan konsekuensi melampaui perbatasan Iran. Perintah evakuasi harus dikeluarkan dalam radius ratusan kilometer. Pasokan makanan bisa terkontaminasi selama puluhan tahun oleh isotop Caesium-137 yang berbahaya. Dan ini bukan reaktor yang sudah mati, Bushehr adalah PLTN operasional dengan bahan bakar nuklir bekas yang terus terakumulasi sejak 2011, melansir Al Jazeera dan Moscow Times.

Konteks yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan: Trump sendiri sudah mengakui kontaminasi “debu nuklir” dari serangan sebelumnya terhadap fasilitas pengayaan uranium Iran. Tapi fasilitas pengayaan berbeda dari PLTN operasional. Bushehr menyimpan volume bahan radioaktif yang jauh lebih besar. Dalam skenario terburuk, kerusakan pada reaktor Bushehr bisa menjadi bencana nuklir terburuk sejak Fukushima, dengan dampak yang menghantam bukan Iran, tapi justru pusat keuangan dan investasi terbesar di Timur Tengah. Triliunan dolar investasi di UEA, Qatar, dan Saudi menghadapi risiko yang belum pernah diperhitungkan oleh pasar manapun.

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.