Juri di Los Angeles memutuskan Meta dan YouTube (milik Google) bersalah atas desain platform yang bersifat adiktif dan berkontribusi pada gangguan kesehatan mental seorang perempuan muda, dengan total ganti rugi US$6 juta. Beberapa hari sebelumnya, juri di New Mexico memerintahkan Meta membayar US$375 juta karena gagal melindungi pengguna muda dari predator anak. Ini pertama kalinya dalam sejarah perlindungan hukum selama 30 tahun berhasil ditembus di pengadilan.
Kedua putusan ini menghindari Section 230, undang-undang tahun 1996 yang selama tiga dekade membebaskan platform teknologi dari tanggung jawab hukum atas konten pengguna. Strategi pengacara penggugat bukan menyerang kontennya, melainkan cara platform itu dirancang. Fitur seperti infinite scroll, notifikasi tanpa henti, autoplay video, dan filter kecantikan disebut setara dengan “kasino digital” yang terlalu sulit ditolak pengguna muda. Melansir CNBC, profesor hukum Eric Goldman dari Santa Clara University menyebut para pengacara penggugat sedang memenangkan perang terhadap Section 230 melalui litigasi yang sistematis dan tanpa henti.
Skala ancamannya jauh lebih besar dari dua kasus ini. Melansir NPR, lembaga pemeringkat Moody’s mencatat lebih dari 4.000 kasus serupa yang menunggu giliran di pengadilan, menargetkan 166 perusahaan dengan tuduhan desain perangkat lunak yang bersifat adiktif. Sekitar 2.400 kasus telah disentralisasi di satu pengadilan federal di California. Meta dan Google akan mengajukan banding, dan hampir pasti banding tersebut akan berpusat pada Section 230. Sejumlah ahli hukum memperkirakan Mahkamah Agung AS pada akhirnya akan mengambil keputusan soal batas perlindungan ini.
Bagi investor, ini bukan sekadar kasus hukum. Meta dan Alphabet (induk Google) menyumbang lebih dari US$3 triliun kapitalisasi pasar di S&P 500. Jika gelombang tuntutan ini berhasil memaksa perubahan model bisnis, mulai dari moderasi konten yang jauh lebih ketat hingga pembatasan fitur algoritmik, pendapatan iklan kedua perusahaan akan tertekan langsung. Koreksi saham teknologi besar selalu berdampak ke sentimen risiko global, termasuk pasar kripto. Dengan Bitcoin di kisaran US$66.500 hingga US$67.800 dan arus dana institusional yang sudah melemah tajam, tekanan tambahan dari sektor teknologi bisa memperburuk kondisi pasar.
Selama 30 tahun, Section 230 menjadi fondasi yang membesarkan industri media sosial. Kini dua putusan juri menunjukkan fondasi itu bisa runtuh, dan lebih dari 4.000 kasus lain sudah menunggu giliran.