<

Israel Serang Lebanon 254 Tewas Jam Setelah Gencatan Senjata, 800 Kapal Masih Terjebak di Teluk Persia

Israel melancarkan serangan udara terbesar sepanjang konflik di Lebanon pada 8 April 2026, menghantam lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hezbollah dalam waktu 10 menit, termasuk kawasan padat penduduk di jantung Beirut tanpa peringatan sebelumnya, melansir Bloomberg. Serangan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua minggu yang sempat disambut lega oleh pasar global dan warga sipil Lebanon yang sudah sebulan lebih hidup di bawah ancaman bom.

Kementerian Pertahanan Sipil Lebanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.165 lainnya terluka dalam serangan 8 April tersebut, menjadikannya hari dengan korban jiwa tertinggi sejak konflik ini dimulai, melansir Al Jazeera. Di antara yang tewas terdapat tenaga medis dan warga sipil di kawasan komersial Beirut yang tidak masuk dalam peringatan evakuasi Israel sebelumnya.

Konflik ini langsung memunculkan kontradiksi serius dalam perjanjian gencatan senjata. AS dan Israel menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup operasi militer terhadap Hezbollah di Lebanon. Namun Iran dan Pakistan sebagai mediator menyatakan Lebanon seharusnya masuk dalam perjanjian tersebut, melansir CNN. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut hal ini sebagai “kesalahpahaman”, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan tanggung jawab ada di tangan AS untuk memastikan Israel mematuhi kesepakatan.

Ketegangan ini langsung berdampak ke Selat Hormuz. Iran menutup kembali akses kapal komersial setelah serangan Israel di Lebanon, dan hanya tiga kapal yang tercatat melintas pada hari Rabu. Data Marine Traffic menunjukkan 426 tanker minyak, 34 kapal LPG, dan 19 kapal LNG masih tertahan di kawasan tersebut, melansir CNN. Secara keseluruhan lebih dari 800 kapal terjebak di dalam Teluk Persia, sementara dalam kondisi normal sekitar 135 kapal melewati Hormuz setiap harinya, melansir Bloomberg.

Bagi pasar global, setiap jam Hormuz tetap tertutup adalah tekanan tambahan terhadap pasokan energi dunia. Brent crude yang sempat anjlok sekitar 13 persen saat gencatan senjata diumumkan kini kembali terancam naik seiring ketidakpastian yang belum mereda. Selama 800 kapal itu belum bergerak, dan selama Lebanon belum masuk dalam perjanjian damai yang diakui semua pihak, gencatan senjata ini lebih menyerupai jeda sementara daripada penyelesaian konflik yang sesungguhnya.

Sumber: Bloomberg, CNN, Al Jazeera, Reuters

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.