<

IRAN KLAIM MENANG, SEKUTU TRUMP PANIK: GENCATAN SENJATA INI JEBAKAN?

Gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 7 April 2026 langsung menghadapi ujian berat sejak jam pertama. AS dan Iran menyatakan siap menggelar perundingan untuk mengakhiri perang, bahkan saat serangan Israel di Lebanon mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang rapuh itu, sementara Selat Hormuz masih sebagian besar tersumbat, melansir Bloomberg.

Para analis menilai deklarasi kemenangan Trump kemungkinan besar terlalu dini. Iran bersikeras mempertahankan hak pengayaan uranium, pencabutan seluruh sanksi ekonomi, penarikan pasukan AS dari kawasan, dan yang paling krusial, pengakuan atas kendali Iran terhadap Selat Hormuz. Tidak satu pun dari tuntutan ini yang muncul dalam posisi resmi AS sebelum perang dimulai, melansir Council on Foreign Relations.

Di lapangan, gambarannya jauh dari kemenangan bersih yang diklaim Gedung Putih. Meski Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan “selat sudah terbuka” dalam konferensi pers, data pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan hanya dua kapal bulk carrier yang melintas sejak gencatan senjata ditandatangani. Lalu lintas kapal tanker minyak, yang sebelum perang mencapai 100 hingga 120 kapal per hari, belum menunjukkan pemulihan berarti, melansir CNBC.

Situasi semakin kompleks karena tiga pihak memberikan pernyataan yang saling bertentangan soal ruang lingkup gencatan senjata. AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan gencatan senjata tidak mencakup operasi militer terhadap Hezbollah di Lebanon. Namun Pakistan selaku mediator menyatakan sebaliknya, sementara Iran mengklaim seluruh front konflik, termasuk Lebanon, masuk dalam perjanjian, melansir CNN. Di tengah kebingungan itu, Israel melancarkan serangan terbesar sepanjang perang di Lebanon, menewaskan sedikitnya 254 orang menurut data Pertahanan Sipil Lebanon.

Deutsche Bank dalam catatannya kepada investor menyoroti bahwa tuntutan Iran dalam proposal 10 poin mencakup elemen-elemen yang selama ini tidak dapat diterima AS dan sekutunya, termasuk kendali Iran atas Selat Hormuz dan tidak adanya pembatasan cadangan uranium yang diperkaya. Trump mengklaim “kemenangan total dan penuh 100 persen,” namun pertanyaan-pertanyaan besar itu belum terjawab, melansir Fortune. Bagi pasar energi dan kripto, selama Hormuz belum benar-benar terbuka penuh dan perundingan Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret, ketidakpastian ini belum selesai.

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.