Eskalasi besar terjadi hari ini. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan blokade penuh terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, efektif mulai 13 April 2026 pukul 10 pagi waktu AS Timur. Blokade ini berlaku tanpa pandang bulu terhadap kapal dari negara mana pun, melansir Reuters.
Langkah ini muncul langsung setelah negosiasi damai AS-Iran di Islamabad gagal total. Utusan AS JD Vance meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah 21 jam perundingan yang berakhir buntu, terganjal oleh tuntutan AS agar Iran menghentikan seluruh pengayaan uranium dan membongkar fasilitas nuklir utamanya. Iran menolak seluruh syarat tersebut. CENTCOM menegaskan kapal yang menuju pelabuhan non-Iran tetap bebas melintas Selat Hormuz, namun kapal mana pun yang menuju pelabuhan Iran akan dicegat.
Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa blokade ini melanggar gencatan senjata yang seharusnya berlaku hingga 22 April, dan setiap kapal militer yang mendekat akan ditangani secara tegas, melansir Al Jazeera. Trump dari sisinya memerintahkan Angkatan Laut AS untuk sekaligus menghancurkan ranjau laut yang ditanam Iran di Selat Hormuz, dan mencegat setiap kapal yang sudah membayar tol ke Iran di perairan internasional.
Bagi pasar global, ini adalah eskalasi terbesar sejak penutupan Hormuz di awal Maret. Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, dan dengan dua pihak kini berada dalam posisi konfrontatif langsung di jalur tersebut, ketidakpastian pasokan energi global kembali meningkat tajam. Tekanan terhadap aset berisiko termasuk Bitcoin berpotensi berlanjut selama situasi belum ada kejelasan arah.