Sektor kredit swasta senilai $3 triliun yang selama bertahun-tahun dianggap mesin keuntungan stabil kini menghadapi ujian likuiditas terbesar dalam sejarahnya. Investor menarik lebih dari $20,8 miliar dari dana kredit swasta di kuartal pertama 2026, sinyal meningkatnya kekhawatiran setelah bertahun-tahun ekspansi besar-besaran di kelas aset ini. Untuk pertama kalinya, sebagian permintaan penarikan tidak bisa dipenuhi sama sekali.
Tekanan tidak merata, tapi merata di puncak. Permintaan penarikan di kuartal pertama 2026 menembus 8 persen di Blackstone, 11,2 persen di Apollo, 11,6 persen di Ares, dan mencapai 21,9 persen di Blue Owl, memaksa seluruh manajer aset besar ini membatasi penarikan dan tidak bisa memenuhi seluruh permintaan investor. Artinya ada investor yang ingin keluar tapi tidak bisa. Ini menjadi pertama kalinya dana kredit swasta harus melakukan prorasi penarikan, di mana investor yang ingin keluar hanya mendapat sebagian dari yang mereka minta.
Pemicunya berlapis. Morgan Stanley memperingatkan tingkat gagal bayar di kredit swasta bisa melonjak ke 8 persen, jauh di atas rata-rata historis 2 hingga 2,5 persen, dengan tekanan terkonsentrasi di sektor yang rentan terhadap disrupsi kecerdasan buatan terutama perusahaan perangkat lunak. Di saat yang sama, suku bunga yang mulai turun menggerus daya tarik imbal hasil yang selama ini menjadi alasan utama investor masuk ke kelas aset ini.
Dampak langsungnya ke pasar global bersifat berantai. Dana yang terjebak di private credit tidak bisa dialihkan ke kelas aset lain, termasuk Bitcoin, saham, atau obligasi. Tekanan likuiditas di satu sudut pasar secara historis merambat ke seluruh kelas aset melalui apa yang disebut forced selling, di mana manajer aset terpaksa menjual aset lain yang lebih likuid untuk memenuhi permintaan penarikan. Jika tekanan ini melebar, sentimen risk-off yang mengikutinya bisa menekan pasar lebih jauh sebelum akhirnya membalik.
Namun ada sisi lain yang perlu dipahami investor. Analis Morgan Stanley menyebut lonjakan gagal bayar ke level 8 persen akan “signifikan tapi tidak sistemik,” mengacu pada struktur leverage dana kredit swasta yang lebih rendah dibanding kondisi menjelang krisis 2008. Ini bukan Lehman Brothers. Tapi ini adalah pengingat bahwa tidak ada kelas aset yang kebal dari siklus, dan bahwa aset dengan likuiditas penuh seperti Bitcoin justru memiliki satu keunggulan yang sering diabaikan: tidak ada manajer aset yang bisa membatasi kamu menarik milikmu sendiri.