Tekanan di pasar Bitcoin kini bisa dilihat langsung dari data. Lebih dari 13 juta alamat Bitcoin tercatat dalam posisi merugi, artinya harga rata-rata pembelian mereka berada di atas harga pasar saat ini, menurut data on-chain terbaru dari Glassnode. Angka ini menjadi salah satu sinyal terkuat bahwa koreksi yang sedang berlangsung bukan sekadar fluktuasi biasa.
Jumlah alamat dalam kerugian sebesar ini mencerminkan tekanan yang meluas ke seluruh lapisan pemegang Bitcoin, bukan hanya pembeli baru yang masuk di harga tinggi, tapi juga sebagian pemegang jangka menengah yang kini terjebak di atas harga pasar. Semakin banyak alamat yang merugi, semakin besar potensi tekanan jual ketika harga mulai pulih, karena banyak pemegang akan memanfaatkan momen tersebut untuk keluar di titik impas. Kondisi ini secara historis sering mendahului fase konsolidasi panjang sebelum pasar menemukan arah baru.
Konteks makro tidak membantu pemulihan. Konflik Iran-AS kembali memanas setelah gencatan senjata dua minggu kolaps tanpa kesepakatan permanen. Blokade penuh pelabuhan Iran yang mulai diberlakukan hari ini menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar energi dan pasar keuangan global. Bitcoin, sebagai aset berisiko paling likuid, menjadi salah satu yang pertama merasakan tekanan setiap kali sentimen global memburuk.
Selama tekanan geopolitik eksternal belum mereda dan negosiasi damai belum menunjukkan kemajuan konkret, data seperti 13 juta alamat merugi ini menjadi pengingat bahwa pasar Bitcoin masih belum menemukan titik stabilnya. Yang menjadi penentu arah berikutnya bukan hanya pergerakan harga, tapi seberapa banyak pemegang yang memilih bertahan versus menyerah di tengah ketidakpastian ini.