Aktivitas di jaringan Bitcoin sedang berada di titik terendah dalam 15 tahun. Data dari Glassnode menunjukkan rata-rata biaya transaksi harian Bitcoin dengan perhitungan rata-rata 30 hari telah turun ke 2,5 BTC per hari, level yang terakhir terlihat pada Maret 2011, saat Bitcoin masih bernilai kurang dari US$1.
Penurunan ini menunjukkan semakin sedikit pengguna yang bersaing untuk mendapatkan ruang di blok Bitcoin. Dalam istilah sederhana, jaringan Bitcoin tidak ramai. Biaya transaksi kini hanya menyumbang sekitar 0,6% dari total pendapatan penambang, artinya penambang hampir sepenuhnya bergantung pada subsidi blok yaitu reward dari penambangan, bukan dari aktivitas pengguna. Ketergantungan ekstrem pada subsidi blok ini menjadi pertanyaan jangka panjang soal keberlanjutan model ekonomi penambang Bitcoin.
Yang menarik, tren penurunan ini sudah dimulai sejak awal 2024, bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot di AS. Melansir analisis Bitcoinist berdasarkan data Glassnode, bahkan saat Bitcoin mencatat rekor tertinggi US$126.000 di Oktober 2025, biaya transaksi tetap menurun. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas investasi Bitcoin kini terjadi di luar jaringan utama melalui instrumen seperti ETF, bukan melalui transaksi langsung di blockchain.
Di saat yang sama, sekitar 34.115 BTC telah berpindah ke bursa dalam beberapa pekan terakhir menurut data CryptoQuant, mengindikasikan sebagian investor bersiap untuk menjual. Kombinasi biaya transaksi terendah 15 tahun dan peningkatan Bitcoin di bursa menciptakan sinyal campuran: jaringan sepi, tapi pergerakan besar bisa terjadi kapan saja.