Jiang Xueqin, komentator geopolitik viral asal China-Kanada dengan 2,3 juta subscriber YouTube, mempertanyakan lokasi fisik server blockchain Bitcoin dan menyebut mata uang crypto itu sebagai “operasi CIA.” Pernyataan ini viral setelah muncul di podcast Jack Neel pada 15 April 2026, melansir TheStreet dan Cointelegraph.
Argumen utama Jiang berpusat pada tiga pertanyaan: siapa yang punya sumber daya untuk membangun Bitcoin, siapa yang diuntungkan, dan kenapa penciptanya tetap anonim hingga hari ini. Dia juga menyebut algoritma SHA-256 yang digunakan Bitcoin sebagai desain NSA sebagai bukti keterlibatan negara.
Masalahnya, premis soal “server Bitcoin” ini keliru secara teknis. Bitcoin tidak beroperasi lewat server terpusat. Jaringannya berjalan di sekitar 97.000 node independen yang tersebar di 164 negara. Tidak ada satu pihak manapun yang bisa mengontrol sistem ini hanya dengan menguasai satu lokasi fisik.
Satu hal lagi yang perlu dicatat: Jiang bukan profesor universitas seperti yang banyak disebut di media sosial. Dia adalah guru SMA yang viral karena berhasil memprediksi eskalasi perang Iran sebelum konflik pecah, yang membuat klaimnya soal Bitcoin ikut tersebar luas.
Hingga saat ini, tidak ada bukti publik yang menghubungkan penciptaan Bitcoin ke DARPA, Pentagon, maupun CIA. Bitcoin tetap aset paling transparan di dunia karena seluruh transaksinya tercatat di blockchain yang bisa diaudit siapa saja, kapan saja.