Ketua DPR Puan Maharani hari ini menyebut dampak perang Iran-AS sudah langsung masuk ke perekonomian Indonesia, salah satunya lewat kenaikan harga kemasan plastik, dalam Rapat Paripurna di Senayan, melansir Detik Finance. Bukan sekadar pernyataan politik. Di lapangan, harga plastik kresek sudah naik dari Rp10.000 ke Rp15.000 per pak, plastik jumbo dari Rp25.000 ke Rp50.000. Rata-rata kenaikan mencapai 40-80% per April 2026, melansir Kompas dan LBS.
Plastik bukan bahan yang berdiri sendiri. Ia dibuat dari minyak bumi yang diolah menjadi bahan petrokimia. Ketika harga minyak global naik dan Rupiah melemah ke Rp17.165 per dolar AS, dua tekanan datang bersamaan: harga bahan baku naik karena minyak mahal, dan biaya impornya makin besar karena Rupiah melemah. Kombinasi ini yang membuat lonjakan harga plastik terasa jauh lebih tajam dari biasanya, melansir Bisnis.com – Berita Terbaru Bisnis, Ekonomi, Investasi Indonesia .
Dampaknya tidak berhenti di pabrik plastik. Semua produk yang pakai kemasan plastik ikut naik: makanan, minuman, produk UMKM. Pedagang kecil dan warung yang paling duluan merasakan karena margin mereka tipis. Industri plastik nasional sendiri menyebut mereka sudah menahan kenaikan selama Ramadan dan Lebaran untuk jaga distribusi. Begitu pasar kembali normal, harga langsung melonjak dan pelaku usaha kaget, melansir Kompas.
Seperti diungkapkan Puan, ini bukan satu-satunya dampak. APBN 2026 yang dipatok asumsi minyak 70 dolar per barel kini harus menanggung harga minyak di kisaran 95 dolar. Rantai pasok terganggu. Investasi asing ragu masuk. Dan Rupiah yang terus tertekan membuat semua komponen impor, bukan hanya plastik, makin mahal.
Selama konflik Iran-AS belum selesai dan Selat Hormuz masih terganggu, tekanan ini belum akan hilang. Kalau kamu punya usaha yang bergantung pada kemasan plastik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mencari alternatif. Dan kalau kamu konsumen biasa, kenaikan harga di warung sekitarmu bukan karena pedagangnya rakus. Itu adalah ujung dari rantai panjang yang dimulai dari perang di ujung dunia.