Di kuartal pertama 2026, harga Bitcoin terkoreksi 22% dari puncaknya, sebuah penurunan yang biasanya memicu gelombang jual besar-besaran dari investor. Tapi data terbaru dari Bitwise Asset Management mengungkap cerita berbeda. Sepanjang kuartal yang sama, perusahaan publik justru memborong 50.351 Bitcoin, jumlah pembelian kuartalan terbesar sepanjang sejarah pasar Bitcoin korporasi.
Total kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik kini mencapai 1,15 juta BTC dengan nilai US$77 miliar pada harga penutupan kuartal di US$67.805. Angka ini menempatkan korporasi sebagai pemegang 5,47% dari seluruh Bitcoin yang akan pernah ada. Pertumbuhan kepemilikan naik 4,59% dibanding kuartal sebelumnya, momentum yang terjadi tepat saat tekanan jual paling kuat.
Strategy menjadi motor utama akumulasi ini. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor membeli sekitar 89.000 BTC sepanjang Q1 2026, jauh melampaui agregat pembelian seluruh perusahaan lain yang totalnya negatif jika dikurangi kontribusi Strategy. Total holdings Strategy kini 818.334 BTC, menguasai 66% dari seluruh Bitcoin yang dipegang perusahaan publik. Konsentrasi ini menjadikan pergerakan Strategy sebagai variabel penentu di pasar treasury korporasi.
Tren konsolidasi terlihat jelas dari sisi jumlah pemegang. Jumlah perusahaan publik yang holding Bitcoin justru turun 2,09% jadi 187 perusahaan di akhir kuartal. Beberapa perusahaan kecil keluar atau likuidasi posisi, sementara pemain besar terus menambah. Hasilnya, Bitcoin makin terkonsentrasi di tangan korporasi yang punya kapasitas balance sheet untuk bertahan dalam siklus volatilitas panjang. Pola ini berbeda dengan dinamika ETF atau ritel yang lebih responsif terhadap pergerakan harga jangka pendek.
Implikasi buat kamu sebagai investor cukup jelas. Pertama, supply Bitcoin yang aktif beredar di pasar makin tipis karena 5,47% total supply terkunci di tangan korporasi yang tidak berniat menjual. Kedua, dominasi Strategy menciptakan risiko konsentrasi yang patut diawasi, karena pergerakan satu pemain bisa menggerakkan sentimen pasar. Ketiga, divergensi antara perilaku korporasi dan ritel di Q1 2026 jadi pelajaran penting tentang siapa yang biasanya benar di siklus pasar Bitcoin.