PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Senin, 4 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi di luar jadwal rutin awal bulan yang dilansir Pertamina pada 1 Mei lalu, sehingga banyak konsumen tidak sempat mengantisipasi lonjakan biaya pengisian.
Yang membuat kenaikan ini menjadi sorotan adalah besarnya selisih pada produk diesel premium. Pertamina Dex tercatat naik Rp 4.000 per liter dari sebelumnya Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter di wilayah Jabodetabek. Lonjakan setara 16,7% dalam waktu kurang dari 24 jam ini merupakan salah satu kenaikan terbesar Pertamina Dex dalam beberapa tahun terakhir.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026
Berdasarkan keterangan resmi PT Pertamina (Persero) yang dikutip Bloomberg Technoz, berikut rincian penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai hari ini di wilayah Jabodetabek:
Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp 500 dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter. Dexlite naik signifikan sebesar Rp 2.400 dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter. Pertamina Dex menjadi produk dengan kenaikan terbesar, melonjak Rp 4.000 dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter.
Sementara itu, Pertamax dan Pertalite tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini sejalan dengan pernyataan Pertamina yang menegaskan tidak semua produk dinaikkan secara serentak.
Pertamina Buka Suara
Roberth MV. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga ini.
“Pertamina sebagai kepanjangan tangan Pemerintah turut menjaga dan mewujudkan kondisi yang kondusif dengan penyesuaian harga yang tetap kompetitif. Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif,” kata Roberth.
Pernyataan ini menjelaskan strategi Pertamina untuk hanya menaikkan harga di produk premium seperti Pertamax Turbo dan kelompok diesel, sambil menjaga harga Pertalite dan Pertamax tetap stabil agar tidak membebani konsumen mayoritas.
Konteks: Tekanan Minyak Dunia dari Selat Hormuz
Kenaikan harga BBM Pertamina tidak bisa dilepaskan dari pergerakan harga minyak dunia yang sedang dalam tekanan tinggi. Brent crude hari ini berada di kisaran US$107 per barel, sementara WTI mendekati US$101 per barel. Kedua harga acuan global ini terus tertekan akibat konflik Iran dan penutupan parsial Selat Hormuz yang masih berlangsung sejak Februari 2026.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran tersibuk di dunia untuk perdagangan minyak. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati selat ini setiap hari. Sejak Iran menutup akses penuh kapal tanker pada akhir Februari 2026, lalu lintas tanker anjlok dari rata-rata 120 per hari ke kurang dari 10 kapal per hari pada periode terburuk.
OPEC+ sendiri sepakat menambah kuota produksi pada Juni 2026 untuk meredam tekanan harga, tapi dampaknya belum cukup signifikan untuk menurunkan harga ke level sebelum konflik. Indonesia sebagai negara importir minyak besar terkena imbas langsung dari setiap pergerakan harga global ini, ditambah pelemahan Rupiah ke level Rp 17.349 per US dolar yang membuat biaya impor BBM semakin mahal.
Dampak ke Konsumen dan Ekonomi
Pengguna kendaraan diesel adalah kelompok yang paling kena imbas dari penyesuaian ini. Untuk mobil dengan tangki 60 liter, biaya pengisian penuh Pertamina Dex naik dari Rp 1.434.000 menjadi Rp 1.674.000, atau bertambah Rp 240.000 sekali isi.
Namun dampaknya tidak berhenti di tingkat konsumen ritel. Sektor logistik yang masih banyak menggunakan kendaraan bermesin diesel kemungkinan besar akan menyesuaikan tarif jasa angkut dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini berpotensi mendorong harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen, terutama produk yang membutuhkan distribusi jarak jauh seperti beras, sayuran, dan barang elektronik.
Per 3 Mei 2026, data Bloomberg Technoz menunjukkan harga beras dan daging ayam sudah mengalami kenaikan. Tekanan tambahan dari kenaikan BBM diesel berpotensi memperburuk inflasi pangan dalam jangka pendek.
Catatan Penting Buat Konsumen
Bagi pengguna kendaraan pribadi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, Pertalite dan Pertamax tidak naik harga, jadi pengguna bensin reguler tidak terkena dampak langsung. Kedua, perbedaan harga antara Pertamina Dex (Rp 27.900) dan Dexlite (Rp 26.000) sekarang hanya Rp 1.900 per liter, lebih dekat dari sebelumnya. Banyak pengguna mungkin akan beralih ke Dexlite untuk menghemat biaya operasional.
Ketiga, kenaikan ini terjadi di luar siklus rutin Pertamina yang biasanya menyesuaikan harga setiap awal bulan. Hal ini menandakan tekanan biaya pokok produksi sudah cukup tinggi sehingga Pertamina merasa perlu melakukan penyesuaian mendadak.