Ketua HSBC menyebut tiga kekuatan utama yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi global di 2026: ekspansi kecerdasan buatan, pertumbuhan kelas menengah di pasar berkembang, dan kelancaran perdagangan internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato publik pertamanya sejak menjabat pada Desember lalu, di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik Iran yang kini memasuki minggu ketujuh.
Kekuatan pertama adalah AI. Investasi di sektor kecerdasan buatan, termasuk pusat data, prosesor, dan peralatan semikonduktor, menyumbang hampir separuh seluruh pertumbuhan perdagangan global di 2025. Momentum ini berlanjut di awal 2026 dan diperkirakan tetap menjadi penggerak utama permintaan barang teknologi secara global. IMF sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,3 persen di 2026, sebagian besar ditopang oleh boom investasi AI yang terus melampaui ekspektasi.
Kekuatan kedua adalah ledakan kelas menengah baru. Miliaran konsumen dari Asia dan Afrika yang masuk ke segmen kelas menengah dalam satu dekade terakhir kini menjadi mesin permintaan yang tidak bisa diabaikan. Pertumbuhan daya beli segmen ini secara langsung mendorong konsumsi barang, jasa digital, dan pada akhirnya aktivitas perdagangan lintas negara yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi global.
Kekuatan ketiga adalah perdagangan internasional, yang sekaligus menjadi titik paling rentan dari ketiga kekuatan ini. WTO memproyeksikan pertumbuhan perdagangan barang global sebesar 1,9 persen di 2026, namun memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang persisten akibat konflik Timur Tengah bisa memangkas angka tersebut secara signifikan. AI dan kelas menengah hanya bisa bekerja maksimal jika jalur perdagangan global tetap terbuka, dan penutupan Hormuz langsung menaikkan biaya energi serta logistik yang menjadi tulang punggung seluruh rantai pasokan dunia.
HSBC memperingatkan semakin lama konflik Iran berlanjut, semakin besar tekanan inflasi dari kenaikan biaya energi yang akan menekan pertumbuhan, dengan The Fed, ECB, dan Bank of England diperkirakan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Bagi investor aset berisiko termasuk crypto, suku bunga yang tertahan lebih lama berarti likuiditas global belum akan mengalir deras dalam waktu dekat, dan ketiga kekuatan yang disebut HSBC baru akan benar-benar bekerja penuh setelah ketidakpastian geopolitik ini mereda.