Harga emas dunia kembali bersinar pada perdagangan pagi ini setelah sempat terkoreksi sehari sebelumnya. Pada Jumat (8/5/2026) pukul 08:34 WIB, harga emas di pasar spot tercatat US$4.712,5 per troy ons, naik 0,55% dibandingkan hari sebelumnya. Level ini menjadi yang tertinggi sejak 22 April atau sekitar dua pekan terakhir. Kemarin, harga emas sempat finis di zona merah dengan koreksi 0,11% ke US$4.686,3 per troy ons.
Melansir Bloomberg Technoz, kebangkitan emas dipicu oleh ketegangan baru di Timur Tengah yang muncul kembali setelah sempat mereda beberapa hari lalu. AS dilaporkan menyerang target militer Iran sebagai balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal AS yang berlayar di Selat Hormuz. Eskalasi ini langsung menggerus harapan damai yang sempat menguat ketika Iran sebelumnya disebut sedang mengevaluasi proposal Memorandum of Understanding satu halaman dari Washington. Proposal tersebut sempat membuat pelaku pasar optimis Hormuz akan kembali dibuka secara bertahap.
Bentrokan terbaru ini mengembalikan emas ke perannya sebagai safe haven utama saat geopolitik memanas. Pola klasik kembali terlihat di pasar global: ketika perang memanas, emas dan dolar AS biasanya naik bersamaan, sementara aset berisiko seperti saham dan crypto cenderung tertekan. Selama perang Iran-AS belum benar-benar berakhir, harga energi sulit dikendalikan, dan ini bakal terus jadi katalis positif untuk emas. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut situasi geopolitik global saat ini berada di level “very serious”, dan banyak pengamat memperkirakan emas masih punya ruang naik lebih lanjut di kuartal kedua 2026.
Buat masyarakat Indonesia, kenaikan emas dunia ini biasanya akan terefleksi di harga emas Antam dalam beberapa hari ke depan. Saat ini emas Antam berada di kisaran Rp2.760.000 per gram, dan kalau tren positif emas dunia berlanjut, harga lokal juga berpotensi terkerek naik. Faktor lain yang mendukung emas di Indonesia adalah pelemahan rupiah yang masih bertahan di Rp17.369 per dolar AS, jadi konversi harga emas dunia ke rupiah otomatis lebih tinggi. Kombinasi ini bikin emas tetap jadi salah satu instrumen lindung nilai paling diminati di tengah ketidakpastian.
Pertanyaan besar buat investor sekarang adalah apakah ini awal dari reli emas baru atau hanya rebound jangka pendek. Investor yang sudah hold emas sejak awal tahun masih bisa nikmati keuntungan signifikan, sementara yang baru mau masuk sebaiknya pertimbangkan strategi dollar cost averaging untuk menghindari risiko membeli di puncak. Setiap perkembangan baru dari perundingan AS-Iran bisa langsung membalikkan tren dalam hitungan jam, jadi investor perlu pantau ketat update geopolitik. Buat jangka pendek, level psikologis US$4.750 per troy ons jadi resistensi terdekat yang patut dicermati pergerakannya.