Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa tingkat kepercayaan Iran terhadap Amerika Serikat berada di titik nol dan menegaskan bahwa pertukaran pesan dengan utusan AS Steve Witkoff tidak bisa disebut sebagai negosiasi. Melansir Al Jazeera, Araghchi menyebut bahwa Iran tidak pernah punya pengalaman baik bernegosiasi dengan AS, merujuk pada keluarnya AS dari kesepakatan nuklir JCPOA dan serangan militer yang terjadi justru di saat pembicaraan sedang berlangsung.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menambahkan bahwa fakta Iran diserang ketika sedang bernegosiasi membuktikan bahwa AS tidak percaya pada diplomasi. Iran juga belum merespons proposal perdamaian 15 poin yang dikirim AS melalui Pakistan. Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di perairan teritorial Iran dan Oman, dan pemblokiran hanya berlaku untuk kapal dari negara yang berperang dengan Iran.
Pernyataan ini kontras tajam dengan klaim Presiden Trump di hari yang sama. Trump menyebut negosiasi berjalan sangat baik, AS bisa keluar dari Iran dalam dua hingga tiga minggu, dan rezim baru Iran jauh lebih mudah diajak bicara. Gedung Putih bahkan menjadwalkan pidato nasional untuk Rabu malam, 2 April 2026, yang dijanjikan akan berisi perkembangan penting soal Iran.
Dua narasi yang saling bertentangan ini menciptakan ketidakpastian yang langsung terasa di pasar. Harga minyak Brent masih bertahan di atas US$112 per barel, mencerminkan bahwa pelaku pasar belum yakin Selat Hormuz akan segera dibuka. Bitcoin di kisaran US$66.500 juga belum menunjukkan pergerakan signifikan, menunggu kejelasan apakah de-eskalasi benar-benar terjadi atau hanya klaim sepihak.
Bagi investor, pidato Trump Rabu malam menjadi titik penentu. Jika isi pidato sejalan dengan optimisme yang diklaim, pasar bisa merespons positif. Tapi selama Iran secara terbuka menolak keberadaan negosiasi dan Hormuz masih tertutup, risiko geopolitik belum benar-benar mereda.
Melansir Al Jazeera. Catatan: pernyataan Araghchi mewakili posisi resmi pemerintah Iran. Pihak AS membantah klaim tidak adanya negosiasi.