Ketakutan di kalangan investor ritel mencapai level yang belum pernah terjadi dalam dua dekade terakhir. ROBO Put/Call Ratio, indikator yang mengukur seberapa banyak investor ritel membeli kontrak opsi pelindung kerugian dibanding kontrak taruhan naik, kini menyentuh angka 0,99, tertinggi sejak setidaknya 2008, berdasarkan data SentimenTrader.
Angka ini melampaui puncak-puncak krisis sebelumnya. Saat pandemi melanda di 2020, rasio ini hanya menyentuh 0,95. Saat krisis keuangan global 2008, puncaknya hanya di 0,91. Artinya, tingkat ketakutan investor ritel saat ini secara historis lebih ekstrem dibanding dua peristiwa ekonomi paling menghancurkan dalam 20 tahun terakhir. Rasio ini juga sudah naik dua kali lipat sejak Desember 2025, kenaikan tercepat sejak awal tren turun pasar 2022.
Konteks penting dari indikator ini: secara historis, Put/Call Ratio yang sangat tinggi justru sering menjadi sinyal kontarian. Ketika hampir semua investor ritel bergerak ke satu arah yaitu memproteksi diri dari penurunan, pasar kerap bergerak berlawanan. Investor legendaris Warren Buffett merangkumnya dalam satu kalimat yang sudah terbukti berulang kali: jadilah takut ketika orang lain serakah, dan serakah ketika orang lain takut.
Situasi ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik yang ekstrem, dengan konflik Iran-AS yang masih berlangsung dan harga minyak Brent di kisaran US$109 per barel. Bagi investor yang memegang aset berisiko termasuk Bitcoin, data ini menjadi pengingat bahwa kepanikan pasar yang berlebihan secara historis kerap mendahului pembalikan arah yang tajam.