Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan pejabat Israel kepada Jerusalem Post pada 26 Maret 2026. Iran hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Tangsiri adalah sosok kunci di balik penutupan Selat Hormuz sejak konflik AS-Iran pecah pada 28 Februari 2026. Di bawah komandonya, Angkatan Laut IRGC memblokir jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya, mendorong harga minyak Brent melonjak ke atas US$100 per barel dan memicu krisis energi global terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Jika laporan ini terkonfirmasi, ini menjadi salah satu eliminasi militer paling berdampak dalam konflik ini. Kekosongan komando di posisi yang mengendalikan strategi Selat Hormuz berpotensi mengubah dinamika negosiasi antara Iran dan AS yang saat ini masih berjalan tanpa titik temu.
Namun dampak ke pasar energi, Rupiah, dan kripto baru akan terlihat jelas setelah ada konfirmasi resmi dari pihak Iran. Selama status laporan ini masih belum terverifikasi, pasar kemungkinan akan bergerak volatil di tengah ketidakpastian informasi.