CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa kemunculan Mythos, model AI terbaru dari Anthropic, membuktikan bahwa Amerika Serikat dan China harus segera membuka dialog soal keamanan AI. “Kita ingin AS menang, tapi berdialog dan membangun dialog riset kemungkinan adalah hal paling aman yang bisa dilakukan,” ujar Huang dalam wawancara di Dwarkesh Podcast.
Anthropic mengumumkan bahwa Mythos mampu mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah keamanan zero-day di seluruh sistem operasi dan browser utama dunia. Alih-alih merilis model ini ke publik, Anthropic membentuk konsorsium dengan Apple, Google, dan Microsoft untuk menutup celah-celah tersebut terlebih dahulu. Keputusan ini sendiri sudah menjadi sinyal keras bahwa kemampuan Mythos dianggap terlalu berbahaya untuk beredar bebas.
Langkah ini memicu pertemuan mendadak antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell dengan para pemimpin bank besar AS, membahas risiko yang ditimbulkan Mythos terhadap infrastruktur keuangan digital. Para ahli memperingatkan potensi kerugian ekonomi ratusan miliar dolar jika celah yang ditemukan Mythos dieksploitasi sebelum berhasil ditutup.
Bagi pasar crypto dan aset digital, perkembangan ini adalah sinyal serius. Infrastruktur blockchain dan exchange crypto bergantung pada sistem keamanan digital yang sama yang berpotensi rentan terhadap kemampuan model seperti Mythos. Seruan Huang untuk dialog AS-China datang di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak, menjadikan tata kelola AI global sebagai salah satu pertaruhan terbesar dekade ini.