Nvidia menghadapi gugatan kelas setelah perusahaan dituduh sengaja menyembunyikan lebih dari US$1 miliar pendapatan dari penjualan GPU untuk keperluan crypto mining, dengan melaporkannya sebagai pendapatan segmen gaming. Gugatan ini menilai laporan keuangan Nvidia menyesatkan investor selama periode booming kripto berlangsung.
Para penggugat menyebut Nvidia secara sadar mengklasifikasikan penjualan kartu grafis ke para penambang kripto sebagai penjualan ke para gamer. Praktik ini diduga berlangsung saat permintaan GPU dari para penambang melonjak tajam, membuat angka pendapatan segmen gaming tampak jauh lebih besar dan stabil dari kondisi sebenarnya.
Bagi investor saham Nvidia, ini adalah risiko finansial nyata. Jika gugatan berhasil, perusahaan berpotensi menghadapi kewajiban ganti rugi besar yang bisa menekan harga saham dan sentimen pasar teknologi secara keseluruhan, termasuk saham produsen semikonduktor lain yang selama ini ikut terangkat oleh narasi AI dan kripto.
Bagi ekosistem kripto, kasus ini membuka kembali diskusi soal ketergantungan industri mining terhadap pasokan hardware dari segelintir produsen besar. Gangguan terhadap Nvidia, baik dari tekanan hukum maupun penurunan kepercayaan investor, bisa berdampak ke ketersediaan dan harga GPU yang menjadi tulang punggung operasional jaringan proof-of-work global.