<

Perang Darat Dimulai: Jet F-15 AS Ditembak Jatuh, Pasukan Khusus Bertempur di Dalam Iran

Perang Iran memasuki fase paling berbahaya sejak dimulai. Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle AS ditembak jatuh di atas Iran barat daya pada Jumat (3 April 2026), memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang untuk pertama kalinya membawa pasukan khusus AS ke darat Iran. Ini adalah pesawat tempur AS pertama yang ditembak jatuh oleh tembakan musuh sejak invasi Irak pada 2003, melansir Axios, Washington Post, dan Breaking Defense.

Dua awak F-15 berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh. Satu awak (pilot) ditemukan dan diselamatkan oleh pasukan khusus AS yang mendarat di wilayah Iran dengan helikopter. Namun awak kedua, seorang petugas sistem senjata, masih dicari. Iran juga memburu mereka, menawarkan hadiah kepada warga sipil yang berhasil menemukan tentara AS tersebut, melansir Axios.

Dalam insiden terpisah di hari yang sama, pesawat A-10 Warthog juga ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz. Pilotnya berhasil mengarahkan pesawat keluar dari wilayah Iran sebelum melontarkan diri dan diselamatkan, melansir Washington Post. Dua helikopter penyelamat yang terlibat dalam operasi juga ditembaki, melukai beberapa awak di dalamnya sebelum berhasil mendarat dengan selamat.

Situasi di lapangan menunjukkan intensitas yang belum pernah terjadi sejak perang dimulai. Video yang beredar menunjukkan helikopter Black Hawk AS terbang rendah di atas kota Charam, Iran barat daya, sementara polisi Iran menembaki mereka dari darat, melansir CNN. Laporan menyebut pertempuran hebat terjadi antara pasukan khusus AS dan pasukan darat IRGC di daerah pegunungan, dengan korban signifikan di pihak IRGC. Warga lokal melaporkan pengangkutan massal tentara terluka ke rumah sakit Dehdasht.

Sejak Operation Epic Fury dimulai pada 28 Februari 2026, Pentagon mencatat 13 tentara AS tewas dan 365 luka-luka. Empat F-15E telah hilang, satu F-35 terkena tembakan, dan satu A-10 ditembak jatuh. Dengan pasukan AS kini terlibat dalam pertempuran darat di wilayah musuh, perang yang dijanjikan Trump akan selesai dalam 2-3 minggu justru menunjukkan tanda-tanda eskalasi. Bagi pasar global, ini berarti premi risiko geopolitik akan terus meningkat, dengan minyak Brent di atas US$103 per barel dan volatilitas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Catatan: Status awak F-15 kedua belum dikonfirmasi secara resmi oleh Pentagon pada saat berita ini ditulis. Beberapa sumber melaporkan awak tersebut sudah diselamatkan, namun konfirmasi resmi masih ditunggu.

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.