Di tengah kabar Iran dan Amerika Serikat sedang menjajaki kesepakatan damai, Rusia justru mengirim drone ke Teheran. Financial Times melaporkan langkah ini terjadi tepat saat negosiasi kedua pihak masih berjalan, dan langsung memperumit dinamika geopolitik yang sudah memanas antara Barat dan blok Rusia-Iran.
Pengiriman drone dari Moskow ke Teheran bukan yang pertama, melansir Financial Times. Kerja sama militer kedua negara meningkat signifikan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dengan Iran sebelumnya dilaporkan memasok drone ke Rusia untuk digunakan di medan perang Ukraina. Kini arah kerja sama itu tampak berbalik, dan skala pengiriman terbaru ini disebut lebih besar dari sebelumnya.
Bagi pasar energi, langkah Rusia ini adalah sinyal bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah belum akan mereda dalam waktu dekat. Harga minyak Brent dan WTI berpotensi naik kembali jika eskalasi terjadi, yang pada gilirannya bisa menambah tekanan inflasi global dan menunda rencana pemangkasan suku bunga bank sentral utama termasuk The Fed.
Dampaknya ke aset berisiko tidak bisa diabaikan. Kripto, Rupiah, dan pasar saham domestik semuanya sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risiko global. Selama Rusia terus memasok Iran di tengah negosiasi yang belum selesai, ketidakpastian di pasar berpotensi bertahan lebih lama dari perkiraan.